sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Teman Ahok Ditugaskan Untuk Menjaga Basis 1 Juta Suara

Teman Ahok Ditugaskan Untuk Menjaga Basis 1 Juta Suara



Jakarta – Teman Ahok tak disingkirkan meski Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah disokong 4 parpol di Pilgub DKI 2017. Kelompok relawan pendukung Ahok itu bahkan mendapat tempat di Tim Pemenangan duet Ahok-Djarot Saiful Hidayat.

Teman Ahok Ditugaskan Untuk Menjaga Basis 1 Juta Suara

“Ada perwakilan Teman Ahok (masuk struktur),” kata Nusron Wahid, politikus Golkar yang sempat menjadi Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Kamis (29/9/2016).

Teman Ahok ditugaskan menjaga satu juta suara pendukung Ahok yang sudah menyetor KTP dukungan. Warga Ibu Kota penyetor dukungan ke Ahok ini dianggap basis massa Teman Ahok.

“Teman Ahok menjalankan untuk mempertahankan basis satu juta KTP agar jadi pemilih,” ujar Nusron.

Teman Ahok adalah pihak yang semula mendorong Ahok untuk maju di jalur independen. Setelah 4 parpol masuk mendukung Ahok-Djarot, Teman Ahok memang seolah terpinggirkan. Mereka tak lagi sering terlihat di ruang publik. Teman Ahok bahkan tak ikut mengantar Ahok-Djarot mendaftar ke KPU DKI. Meski demikian, Teman Ahok berjanji akan segera aktif lagi.

“Kalau kemarin masyarakat tahunya Teman Ahok membantu untuk jalur independen, berhubung jalur politik Pak Ahok melalui partai, kami tetap punya beban moral kepada teman-teman yang sudah terlibat dalam pengumpulan KTP,” kata Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas saat berbincang, Kamis (29/9/2016).

Teman Ahok tetap akan melakukan langkah pemenangan Ahok, meski tak lagi mendorong Ahok menempuh jalur independen. Malahan, mereka kini segera berkonsolidasi dengan parpol-parpol dalam Tim Pemenangan Ahok-Djarot. Teman Ahok akan memepertahankan pemilik sejuta KTP itu agar tetap memilih Ahok di bilik suara pada 15 Februari 2017.

“Jadi kami akan tetap menjaga Pak Ahok sampai bisa terpilih kembali,” kata Amalia.

Cukup sudah cerita pengumpulan KTP untuk Ahok. Bahkan situs resmi Teman Ahok yakni temanahok.com sudah tak menampilkan data-data pengumpulan KTP. Situs itu tutup sementara waktu.

“Per Senin (26/9) kemarin, web kami sudah tidak bisa diakses,” kata dia.

Rencananya, kelompok ini akan mengadakan peluncuran kembali pada Sabtu (1/10) mendatang, untuk menjelaskan posisi dan peran Teman Ahok terkini. Mereka akan menjalankan strategi kampanye lewat internet, penjualan pernak-pernik (merchandise), hingga memantau perhitungan suara di Pilgub DKI 2017. Hal-hal itu rencananya akan dipampang di situs mereka.

“Teman Ahok yang utama tetap media sosial. Kalau dulu orang akses web kami karena ingin tahu perolehan KTP, nantinya orang bisa mengakses penghitungan yang lain,” kata Amalia.

Namun kini Ahok sudah tak sendiri lagi digadang ke Pilgub DKI 2017, ada politisi PDIP Djarot Saiful Hidayat yang digandeng sebagai cawagub. Teman Ahok memilih tak mengubah nama mereka, menjadi Teman Ahok-Djarot misalnya.

“Kalau soal nama enggak berubah lah. Teman Ahok Tetap Ahok,” ujar Amalia. (Muspri-sisidunia.com)