Home » News » Komnas HAM Menilai Rusun Yang Dibangun Ahok Bersifat Manipulatif

Komnas HAM Menilai Rusun Yang Dibangun Ahok Bersifat Manipulatif



Jakarta – Komisioner dari Komnas HAM, Siane Indriani, secara serius menyoroti penertiban yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Jakarta, Ahok di Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Komnas HAM Menilai Rusun Yang Dibangun Ahok Bersifat Manipulatif

Siane menuturkan dengan sindiran keras yang menganggap bahwa Ahok beserta jajarannya telah melakukan kebohongan.

Ia mengatakan bahwa untuk pemerintah memang memberikan alternatif yaitu relokasi ke Rusun Rawa Bebek. Ia menganggap bahwa alternatif itu menyusahkan warga dan juga manipulatif.

“Istilahnya disediakan, tetapi kan harus sewa. Jangan pakai hal yang sifatnya manipulatif, ya wong disuruh sewa kok,” terang Siane.

Siane menjelaskan kalau pihaknya telah memberikan peringatan keras untuk Pemprov DKI Jakarta supaya bisa melakukan musyawarah bersama dengan para warga.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta telah merampas hak warga untuk bisa tinggal dengan melakukan penggusuran rumah yang mereka tinggali selama bertahun-tahun

Komnas HAM sendiri telah mengirimkan surat untuk bisa meminta agar dilakukan penangguhan penggusuran sampai dengan ada keputusan inkracht van gewijsde atau yang berkekuatan hukum tetap di dalam gugatan para warga ke PN Jakpus dan PTUN.

Klarifikasi Walkot Jaksel

Wali Kota Jaksel, Tri Kurniadi menyatakan kalau alternatif relokasi yang dilakukan oleh pihaknya sudah sangat cukup akomodatif.

Mayoritas dari warga telah menerima kebijakan dari Pemprov DKI Jakarta dan pindah ke Rusun Rawa Bebek.

“Yang dibayar warga itu biaya pemeliharaan, mana ada sewa cuma Rp 350.000, di bantaran kali di sini aja ngontrak Rp 500.000,” ucap Tri.

Hingga kini, belum terdapat penambahan warga yang pindah ke rusun. Di periode bulan Agustus sampai dengan September 2016 telah tercatat sebanyak 313 keluarga pindah ke Rusun Rawa Bebek.

Selanjutnya, ditambah juga dengan sebanyak 97 keluarga yang sudah direlokasi terlebih dahulu pada bulan Januari.

Total dari keseluruhan, sebanyak 410 keluarga yang sudah pindah ke rusun sedangkan mereka yang belum mau mengambil rusun hanya sisa 70 keluarga. (bens – sisidunia.com)