sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Empat WNI Sandera Abu Sayyaf Kembali ke Indonesia

Empat WNI Sandera Abu Sayyaf Kembali ke Indonesia



Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, secara resmi menyerahkan empat warga negara Indonesia yang sudah dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina kepada pihak keluarga di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (26/9).

Empat WNI Sandera Abu Sayyaf Kembali Ke Indonesia

“Empat orang WNI yang dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf kemarin (26/9) diserahterimakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri kepada perwakilan keluarga masing-masing. Serah terima tersebut disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu, Selasa (27/9).

Dalam pernyataan resmi tersebut, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, menjabarkan identitas keempat orang tersebut, yaitu Lorence Koten, Theodorus Kopong, dan Emanuel asal Flores Timur, serta Herman Manggak asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Menurut Iqbal, keempatnya sebenarnya sudah tiba di Indonesia sejak Sabtu (24/9) lalu. Keempat nelayan yang bekerja di kapal ikan Malaysia ini diculik di perairan Malaysia dalam dua insiden terpisah.

Lorence, Theodorus, dan Emanuel diculik di perairan Lahad Datu pada 9 Juli lalu. Satu bulan berselang, tepatnya 3 Agustus, Herman Manggak diculik dari perairan Sandakan.

“Seluruh proses sejak diterima secara resmi dari Pemerintah Filipina hingga diserahterimakan kepada keluarga dilakukan sesuai dengan permintaan keluarga,” tulis Kemlu.

Dengan dibebaskannya keempat nelayan ini, kini tersisa 5 WNI yang masih disandera oleh dua kelompok berbeda di selatan Filipina. “Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan 5 WNI tersebut,” tulis Kemlu.

Selain WNI, Abu Sayyaf juga sempat menyandera warga negara lainnya, seperti Malaysia dan Norwegia.
(Muspri-sisidunia.com)