sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Beleid Harga Baru Batu Bara PLTU Mulut Tambang Dirilis ESDM

Beleid Harga Baru Batu Bara PLTU Mulut Tambang Dirilis ESDM



Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirya merevisi peraturan baru terkait penetapan harga bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 24 tahun 2016. Beleid tersebut diteken Pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan pada 13 September 2016 silam, dan resmi mengganti Permen ESDM Nomor 9 tahun 2016.

Beleid Harga Baru Batu Bara PLTU Mulut Tambang Dirilis ESDM

Di dalam peraturan baru ini, harga batubara yang digunakan untuk PLTU ditetapkan secara negosiasi antara perusahaan PLTU mulut tambang dan perusahaan tambang. Kondisi ini berbeda dibanding sebelumnya, di mana harga dasar batubara harus sesuai dengan biaya produksi ditambah margin, dengan rentang yang disesuaikan Kementerian ESDM.

Selain itu, di dalam beleid baru, pemerintah lepas tangan dalam menentukan margin harga batubara, jika terdapat jalan buntu dalam penetapan harga batubara antara perusahaan PLTU dan perusahaan tambang. Maka dari itu, kini kesepakatan harga batubara lebih menekankan aspek business-to-business.

“Besaran margin ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan antara Perusahaan Tambang dengan Perusahaan Pembangkit Listrik Mulut Tambang,” ujar Luhut melalui peraturan tersebut, Kamis (28/9).

Kendati demikian, pemerintah tetap mempertahankan margin harga batubara.

“Besaran margin Perusahaan Tambang paling rendah sebesar 15 persen dan paling tinggi sebesar 25 persen,” lanjut beleid tersebut.

Menanggapi hal ini, Senior Manager Public Relation PT PLN (Persero), Agung Murdifi menyambut baik revisi beleid ini. Di mana penentuan harga batubara kini bisa dilakukan secara business-to-business. Namun, karena sampai saat ini belum ada aturan lain mengenai formulasi harganya, ia enggan berkomentar lebih jauh.

“Kami hanya berharap harga batubaranya bisa lebih kompetitif,” ujar Agung. (Muspri-sisidunia.com)