Home » News » Anies Baswedan Akan Tiru Cara Jokowi Dalam Melakukan Penggusuran

Anies Baswedan Akan Tiru Cara Jokowi Dalam Melakukan Penggusuran



Jakarta – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari Poros Kertanegara (Gerindra-PKS), Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menanggapi penggusuran Bukit Duri yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI hari ini.

Anies Baswedan Akan Tiru Cara Jokowi Dalam Melakukan Penggusuran

Bila terpilih nanti, pasangan calon ini akan mengembalikan cara menggusur Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Ketika era Pak Jokowi juga kan ada penggusuran. Tapi dengan suasana yang berbeda, karena itu kita ingin kembalikan. Bahwa cara kita melaksanakan kebijakan apa pun harus dengan membayangkan kondisi masyarakat. Prosesnya harus benar, harus baik bukan sekedar melaksanakan aturan, tetapi tidak mempertimbangkan kondisi masyarakat,” kata Anies di rumah kediaman Boy Bernadi Sadikin, Jalan Borobudur 2, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/9).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, menegaskan penggusuran yang dilakukan jangan hanya semata-mata dialaskan mengenai aturan. Tetapi selain itu, harus dilakukan pendekatan yang meletakkan penduduk menjadi yang utama.

“Jadi saya ingin sampaikan, jangan sampai ada penggusuran semata-mata untuk soal aturan. Karena banyak sekali di kita yang tidak sesuai dengan aturan. Tapi belum tentu sesuai dengan manfaatnya. Jadi pendekatannya harus berbeda. Jangan pendekatan yang tidak meletakkan penduduk Jakarta sebagai faktor utama,” jelasnya.

Sedang Sandiaga Uno tidak mau berkomentar lebih banyak mengenai penggusuran tersebut. Karena takut dituding telah mempolitisasi penggusuran Bukit Duri.

“Saya tidak mau komentari masalah yang hari ini terjadi, karena itu akan dipolitisasi. Saya hanya mengingatkan kita negara hukum. Kalau hukumnya belum jelas, baiknya kita tunggu kepastian hukumnya,” kata Sandiaga.

Menurutnya, saat ini permasalahan penggusuran Bukit Duri masih belum ada. Selama belum ada kepastian hukum, maka seharusnya tidak perlu melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

“Setelah kepastian hukum itu ada, ya diserahkan keputusannya harus sosialisasi. Yang penting karena memanusiakan dalam satu proses itu adalah mengajak mereka berbicara, menyentuh hati mereka,” tuturnya.

Ia menilai seorang pemimpin harus bisa berdiri diatas kepentingan dan menyatukan apa yang diinginkan warganya. “Jakarta harus lebih baik kan pemimpin harus tampil pak gubernur belum cuti harus datang ke sana harus gentleman sebagai ksatria. Jadi itu yang saya rindukan dari pemimpin-pemimpin yang nanti akan menawarkan perubahan di Jakarta,” terangnya. (Muspri-sisidunia.com)

One comment

  1. Satu tahun mengajar, seumur hidup memberi inspirasi..

    Saya alumni Indonesia Mengajar angkatan 15 pak.

    Semoga pak Anies dan keluarga sehat selalu. Aamiin

    Sukses!