Home » Ekonomi & Bisnis » Sri Mulyani : Rupiah Tembus 12.955 per Dolar AS

Sri Mulyani : Rupiah Tembus 12.955 per Dolar AS



Jakarta – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (27/9/2016) mengalami apresiasi 0,66 persen atau 86 poin ke level 12.955 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang Garuda ini dipacu dari derasnya aliran uang yang masuk dari program pengampunan pajak (tax amnesty) jelang tenggat waktu periode I.

Sri Mulyani : Rupiah Tembus 12.955 per Dolar AS

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penguatan Rupiah terhadap Dolar AS memberi dampak negatif dan positif terhadap Indonesia. Jika dari sisi APBN pergerakan Rupiah sampai akhir tahun tentu mempengaruhi penghitungan dari penerimaan Rupiah, terutama dari ekspor maupun sumber daya alam.

“Tapi tentu ini ada nilai positifnya, dari sisi inflasi menjadi lebih stabil karena importir in place-nya menjadi sangat rendah. Rakyat secara keseluruhan menikmati keuntungan dari penguatan Rupiah walaupun dari sisi APBN tentu akan ada implikasinya dari sisi penerimaan,” kata Sri Mulyani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/9).

Sri Mulyani Indrawati mengatakan, banjir dana dari tax amnesty mempengaruhi pergerakan kurs rupiah hari ini. Namun pemerintah tetap akan melihatnya tidak hari ke hari saja.

“Untuk berbagai macam indikator seperti kurs, tidak berdasar harian. Adanya arus masuk (dana tax amnesty) dan jelang deadline pasti akan mempengaruhi. Tapi kita akan lihat secara keseluruhan,” jelas Sri Mulyani.

Pemerintah, Ia menuturkan, akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target penerimaan pajak. Salah satunya berasal dari tax amnesty selama tiga periode atau sembilan bulan.

“Tax amnesty sembilan bulan. Saya akan lihat evaluasi setelah periode I dan kita lihat apa yang bisa diperbaiki. ke depan, tax amnesty juga akan memperkuat basis pajak kita,” papar Sri Mulyani.
(Muspri-sisidunia.com)