Home » News » Rumus Nasdem Untuk Pemenangan Pilkada 2017

Rumus Nasdem Untuk Pemenangan Pilkada 2017



Jakarta – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengungkapkan, telah merumuskan target pemenangan dalam menghadapi momentum pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2017.

Rumus Nasdem Untuk Pemenangan  Pilkada 2017

“Saat ini saya berada di Jakarta untuk memenuhi undangan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Nasdem di Jakarta. Saya pun melaporkan perkembangan tahapan Pilgub Sulawesi Barat di hadapan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh,” kata Ketua DPW Nasdem Sulbar, H Abdul Rahim melalui telpon Jakarta – Mamuju, Rabu.

Menurut dia, pertemuan yang di Jakarta ini juga dihadiri seluruh pengurus Nasdem dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Rahim yang juga sekretaris tim pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Ali Baal Masdar-Enny Anggraeni Anwar menyebutkan, berbagai program kerja telah dirumuskan, termasuk upaya memenangkan seluruh figur yang menjadi usungan Nasdem ini.

Bukan hanya itu kata dia, pertemuan ini juga merumuskan target nasional yang hendak diraih dalam menghadapi kontestasi pemilu 2019.

“Partai NasDem telah merumuskan target nasional yang hendak diraih, tak hanya pilkada serentak 2017,” jelas Rahim.

Ia Juga mengatakan, Ketua Umum Bapak Surya Paloh juga menekankan kepada seluruh Kader agar mempergunakan akal sehat.

“Saya sampaikan kepada seluruh kader agar mempergunakan akal sehatnya, kalau warnanya hitam, maka bilang hitam, kalau memang putih bilang putih,” ungkap Rahim yang meniru ucapan Ketua Umum tersebut.

Kader-kader Partai NasDem telah menunjukkan eksistensinya sebagai parpol yang berkomitmen tidak hanya berorientasi sebagai peserta Pemilu, tetapi lebih daripada itu, Partai NasDem dengan agenda Perubahan, Restorasi Indonesia hanya senantiasa dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat.

“Salah satu komitmen Partai NasDem adalah harus mampu memberikan nilai lebih dari apa yang telah dilakukan Parpol-parpol sebelumnya. Artinya, kami tidak boleh hanya terlihat saat momentum Pemilu, tetapi seluruh kader harus mampu menjadi katalisator bagi aspirasi dan kehendak rakyat,” ujar Rahim. (bens – sisidunia.com)