Home » News » Siti Nurbaya : Alih Fungsi Lahan Penyebab Utama Banjir dan Longsor

Siti Nurbaya : Alih Fungsi Lahan Penyebab Utama Banjir dan Longsor



Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya menyebut alih fungsi lahan di hulu sungai sebagai faktor utama penyebab banjir dan longsor.

Siti Nurbaya : Alih Fungsi Lahan Penyebab Utama Banjir dan Longsor

Menurut Siti, alih fungsi lahan yang terjadi pada sebagian besar hulu sungai-sungai di Indonesia menurunkan tingkat resapan air dan jumlah vegetasi.

“Akhirnya larinya itu ke bagian hulu. Paling gawat terjadi alih fungsi tanaman di lereng-lereng hulu sungai,” ujar Siti di Jakarta, Senin (26/9).

Siti berkata, lereng sungai seharusnya ditanami jenis tanaman kayu. Tumbuhan itu penting untuk meningkatkan daya serap air di hulu sungai.

Namun yang terjadi di lapangan, kata Siti, lereng-lereng gunung dan bukit yang terletak di hulu sungai malah ditanami sayuran atau tumbuhan yang tidak berdaya serap air tinggi.

Alih fungsi lahan menjadi pertanian juga diperparah teknik penanaman yang tidak tepat. Menurut Siti, banyak tanaman perkebunan di lereng gunung ditutupi plastik.

“Kalau sudah ditutup seperti itu, seratus persen air akan mengalir ke bawah. Berarti akan terjadi longsor dan banjir besar di bawahnya,” kata Siti.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK Hilman Nugroho mengatakan, kondisi kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) yang marak areal pertanian lahan kering (hortikultura) sayuran menambah besar potensi air limpasan permukaan ketika hujan.

Hal ini, kata Hilman, menjadi salah satu faktor daerah rawan akan banjir dan longsor.

Cara mengurangi potensi banjir dan longsor, kata Hilman, salah satunya dengan menambah tutupan pohon pada lereng gunung di hulu sungai. Khususnya pada lahan yang berada pada topografi sangat curam.

“Selain itu, kegiatan pembalakan liar dan galian juga memperburuk kondisi hulu DAS,” kata Hilman.
(Muspri-sisidunia.com)