Home » News » Sosiolog Akui Jakarta Ditangan Ahok Sudah Cukup Memuaskan

Sosiolog Akui Jakarta Ditangan Ahok Sudah Cukup Memuaskan



Jakarta – Penilaian kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat untuk membuat Jakarta menjadi lebih baik sudah cukup memuaskan. Sosiolog Universitas Indonesia Wahidah R. Bulan menuturkan, dilihat dari beberapa indikator, penanganan berbagai masalah di Jakarta saat ini sudah jauh lebih baik dan telah berada di jalur yang tepat.

Sosiolog Akui Jakarta Ditangan Ahok Sudah Cukup Memuaskan

Misalnya saja untuk penanganan masalah banjir. Wahidah menilai, penanganan banjir meski terlihat pahit dengan adanya penggusuran dan relokasi warga yang berada di bantaran kali dengan memindahkan ke rusunawa, namun langkah tersebut dinilai tepat. Namun, Wahidah melanjutkan, tidak hanya sekadar relokasi, Pemprov DKI Jakarta juga harus melakukan percepatan realisasi sebagai upaya normalisasi untuk mencegah banjir.

Untuk indikator penanganan masalah kemacetan, Wahidah mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak dapat dilakukan sendirian oleh Pemprov DKI Jakarta. Terlebih saat ini, jumlah kendaraan terus bertambah dan tak sebanding dengan pertambahan ruas jalan.

“Harus ada pembatasan pemilikan kendaraan pribadi atau pemberlakuan pajak progresif sehingga dapat menekan tumbuhnya kendaraan. Untuk ini mungkin pemerintah pusat yang memiliki kewenangan,” tutur wanita peraih gelar doktor ini.

“Saat ini bus Transjakarta juga sudah semakin baik dengan bertambahnya koridor dan kondisi bus yang juga lebih baik. Nilai 70 saya rasa pantas disematkan untuk penanganan macet di Jakarta saat ini,” kata Wahidah.

Kemudian untuk pelayanan publik yang langsung menyentuh kepada masyarakat, Wahidah menilai hal tersebut juga sudah baik. Sistem birokrasi yang semakin transparan dan cepat membuat berbagai pelayanan di Jakarta dapat membuat warga Jakarta merasa puas. Dengan adanya sistem online dapat mengurangi adanya pungutan liar kepada masyarakat.

Untuk sektor pendidikan dan kesehatan, hadirnya Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) harus dipertahankan dengan sejumlah perbaikan yang lebih memudahkan rakyat.

“Mungkin bisa dengan cara rumah sakit yang menjalin kerjasama diperbanyak. Dan KJP dapat diperluas dengan cakupan warga miskin yang semakin banyak agar mereka bisa bersekolah gratis,” tutup Wahidah.
(Muspri-sisidunia.com)