sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Pedagang Akik Keluhkan Sepi Pembeli Meski Sudah Diobral

Pedagang Akik Keluhkan Sepi Pembeli Meski Sudah Diobral



Jakarta – Fenomena koleksi batu akik sempat menjadi tren nasional. Namun kini fenomena tersebut bahkan sudah tidak terdengar lagi gaungnya.

Pedagang Akik Keluhkan Sepi Pembeli Meski Sudah Diobral

Seperti yang terjadi di pusat penjualan batu akik, Jatingara Gems Centre (JGC) yang saat ini terlihat lengang. Padahal saat masih demam batu akik, pasar batu mulia yang letaknya hanya selemparan batu dari Stasiun Jatinegara ini selalu disesaki pemburu batu akik.

Anjalin, salah seorang pedagang batu akik di JGC mengungkapkan, meski sejumlah pedagang telah memangkas harga batu akik lebih dari separuhnya, tetap saja tak bisa mendongkrak penjualan batu akik.

“Sudah harga diturunkan masih saja. Padahal harga sudah turun 50% lebih dari tahun lalu, itu saja masih ditawar lagi. Contohnya saja batu Kalimaya, sekarang Rp 500 ribu, dulunya Rp 1,5 juta. Masih numpuk barang,” kata Anjalin saat ditanyai wartawan, Minggu (25/9/2016).

Saat masih booming, menurutnya, beberapa jenis batu akik yang dibanderol di atas Rp 1 juta pun laris manis dibeli kolektor batu akik.

“Saat masih ramai, paling banyak dicari itu yang motif Sulaiman atau garis-garis panjang. Kemudian motif bentuk angka 8. Sekarang rata-rata Rp 500.000, dulunya Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” terang Anjalin.

Pedagang batu akik JGC lainnya, Udin, mengungkapkan hal yang sama. Penjual batu mulia asal Kuningan, Jawa Barat ini mengingat, saat masih demam batu akik, sejak buka pukul 08.00 WIB, dirinya baru bisa menutup tokonya hingga jam 22.00 WIB.

“Dari booming hampir semua orang suka, sekarang yang masih cari batu akik hanya yang hobi saja. Dulu 1 biji titanium (ikatan batu cincin) dijual Rp 700.000, sekarang dijual Rp 50.000 saja masih nggak laku. Kalau sekarang sudah maghrib sudah nggak ada yang beli,” jelas Udin .
(Muspri-sisidunia.com)