Home » Hiburan » Hannah Al Rashid Mengaku Kebelet Tampil di Warkop Reborn

Hannah Al Rashid Mengaku Kebelet Tampil di Warkop Reborn



Jakarta – Film Warkop DKI itu seperti James Bond. Di mana ada Warkop DKI, di situ ada cewek-cewek cantik dan seksi. Dan hebatnya, yang menjadi cewek pendamping Warkop adalah aktris-aktris papan atas. Beberapa di antara artis itu telah meraih Piala Citra yakni, Merriam Bellina dan Lidya Kandou.

Hannah Al Rashid Mengaku Kebelet Tampil di Warkop Reborn

Ketika tren film Indonesia mengarah ke yang panas-panas (akhir dekade 1980-an menuju awal 1990-an), Warkop DKI merangkul beberapa aktris yang dikenal sebagai “bom seks”. Salah satunya Sally Marcelina, direkrut untuk proyek film Masuk Kena Keluar Kena dan Pencet Sana Pencet Sini.

Bintang Gairah Yang Nakal, Kiki Fatmala, juga pernah memeriahkan film Warkop lewat Bagi-Bagi Dong. Lella Anggraini, bintang film Kenikmatan Terlarang dan Selir Durgaratih ikut memanaskan Warkop di Bebas Aturan Main. Publik lantas mempertanyakan siapa cewek pendamping Warkop dalam proyek Warkop DKI Reborn?

Hannah Al Rashid jawabannya. Hannah diterima menjadi cewek Warkop setelah melewati proses kasting yang panjang. Kali pertama ia mendengar bahwa Warkop DKI akan dilahirkan kembali dari komika Arie Kriting. Kala itu keduanya tengah menonton film di bioskop Blok M Jakarta.

“Begitu menerima kabar Warkop DKI Reborn akan buat oleh Anggy Umbara, saya langsung mengirimkan foto Meriam Bellina bersanding dengan saya ke Anggy. Saya bilang: Butuh Meriam Bellina zaman masih muda, enggak? Karena semua orang bilang saya mirip Mbak Mer. Lalu saya mengganggu siapa pun yang terlibat di proyek Warkop DKI Reborn. Saya minta dikasting. Thank God, akhirnya saya dapat peran Sophie,” Hannah bercerita.

Hannah menyadari, memerankan cewek Warkop pertaruhan terbesar dalam kariernya. Ia sadar, cewek Warkop identik dengan citra cantik dan seksi. Itulah yang membuatnya ketakutan menjelang syuting. Pasalnya, ia merasa tidak mempunyai aura seksi. Dan ternyata, cantik seksi saja memang tidak cukup untuk menjadi pendamping Warkop.

Indro mengingatkan, wanita cantik dan seksi nyatanya menjadi keharusan dan kebutuhan dalam film. Cewek di dunia Warkop memiliki fungsi sebagai pembangkit konflik. “Adakah film (khususnya komedi) yang tidak menampilkan cewek cantik dan seksi? Hampir semua film komedi punya ‘fitur’ cewek cantik. Kalau mau jujur, wanita cantik seksi itu permintaan pasar dalam hal ini produser. Saya, Mas Dono dan Mas Kasino kadang jengah juga,” ucap Indro.

Selain sebagai pemicu konflik, cewek Warkop berperan memberikan reaksi. Dalam sebuah adegan, ada aksi dan reaksi. Tanpa reaksi yang tangkas, kelucuan mustahil terbentuk. Dan sebagai seorang feminis, Hannah ogah terlihat cantik-seksi dari luar saja. Cewek entah di dunia film maupun dalam kehidupan sehari-hari bukan pemanis belaka.

“Kalau sekadar buka baju mah gampang banget. Yang saya tampilkan dalam film ini adalah seksi secara determinasi, seksi secara intelektual, dan seksi secara chemistry,” tutur Hannah. (bens – sisidunia.com)