sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Fakta Seru Dibalik Tumpahnya Air Mata

Fakta Seru Dibalik Tumpahnya Air Mata



Surabaya – Tanggapan masyarakat pada umumnya tentang tumpahnya air mata adalah ketika sedang bersedih. Padahal tangisan tak selalu menggambarkan kesedihan.

Fakta Seru Dibalik Tumpahnya Air Mata

Perasaan bangga dan bahagia juga bisa dengan mudah membuat tumpahnya air mata. Tak hanya soal perasaan, kondisi fisik mata seringkali jadi penyebab mata menjadi basah. Bahkan, air mata juga bisa membuat luka dan memicu rasa perih di kulit. Ada banyak fakta seru di balik air mata Anda. Penasaran?

1. Jangan sampai kering
Cairan asin yang kita kenal sebagai air mata merupakan campuran air, minyak, dan lendir. Air dihasilkan oleh kelenjar lacrimalis di sudut mata, sedangkan minyak berasal dari 30-40 kelenjar meibomian yang ada di kelopak mata. Perannya adalah untuk menutupi air dan mencegahnya menguap terlalu cepat. Untuk lendir ini dibuat oleh sel goblet konjungtiva pada permukaan mata, dan membantu mengikat air mata. Keseimbangan dari tiga komponen halus tersebut harus selalu terjaga.

2. Tangis di dapur tanda mata sehat
Jangan menghindar jika Anda mendapat “tugas” mengiris bawang. Aktivitas satu ini bisa jadi semacam tes pada mata Anda. Jika mata jadi berair, pertanda respons dan kondisinya dalam keadaan baik. Sebenarnya ada tiga tipe tangisan. Pertama, air mata basal yang keluar untuk menjaga mata selalu dalam keadaan lembap. Kedua, air mata refleks, yang keluar untuk merespons iritan seperti ketika terasa perih, karena bawang atau ketika mata terkena debu. Lalu, yang ketiga, air mata emosi, ketika kondisi emosi sedang sedih atau bahagia.

3. Meskipun ingin, pria sulit menangis

Hal yang membuat pria sulit menangis, selain karena tuntutan lingkungan, juga karena hormon. Testosteron diketahui jadi penghambat tangisan pada pria. Hormon ini membuat pria lebih menahan emosinya. Tapi, jika sudah tak tahan, air mata pun akan turun dengan sendirinya. Semua air mata dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang mengatur proses tubuh termasuk detak jantung dan pencernaan. Sisi parasimpatis dari sistem saraf yang dipicu oleh emosi, menyebabkan kontraksi dalam kelenjar lakrimal. Teorinya, dengan menangis, membantu seseorang jadi lebih rileks.
(Muspri-sisidunia.com)