sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Miris, 4 Murid SD Ini Jadi Kecanduan Itu Karena Pernah Alami Pencabulan

Miris, 4 Murid SD Ini Jadi Kecanduan Itu Karena Pernah Alami Pencabulan



Solok – Sebanyak 4 murid (SD) di Kabupaten Solok kecanduan seks setelah beberapa kali melakukan hubungan sejenis dengan FJ, siswa Madrasah Tsanwiyah (MTs) di daerah tersebut.

Miris, 4 Siswa SD Ini Jadi Kecanduan Itu Karena Pernah Alami Pencabulan

Aksi tersebut diketahui setelah salah satu dari 4 murid SD itu kerpergok oleh gurunya melakukan mastuburasi di sungai. Sang guru lantas melaporkan hal itu kepada orang tua si murid.

Setelah diintrogasi, murid SD itu mengaku ketagihan masturbasi karena pernah disodomi oleh FJ, siswa MTs siswa MTs Gunungtalang, Kabupaten Solok.

Kejadian itu membuat marah keluarga korban. Beruntung pelaku dapat diamankan aparat kepolisian, sehingga terhindar dari aksi bulan-bulanan massa.

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok AKBP Reh Ngenana didampingi Kasat Reskrim AKP Edwin menyebutkan, empat siswa SD dijadikan sasaran sodomi oleh FJ.

Korbannya berinisial FA, RY, RK dan RV. Para korban merupakan murid salah satu SD di daerah tersebut. Selain siswa SD, korban lainnya seorang siswa SMP berinisial AZ.

“Pelaku sudah kita amankan Selasa (20/9),” ungkap Kapolres Arosuka Kabupaten Solok AKBP Reh Ngenana, Kamis (22/9).

Diterangkan AKBP Reh Ngenana, aksi pelaku yang masih duduk di bangku kelas 2 MTs ini diketahui dari informasi salah seorang guru korban.

Ketika itu sang guru mendapati salah seorang korban tengah masturbasi di pinggir sungai kawasan Kecamatan Batangbarus. Lantas sang guru langsung melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Kepada orang tua dan guru, si korban mengaku dia kecanduan melakukan itu akibat pernah berhubungan sejenis dengan pelaku.

“Nah, dari informasi inilah terungkap korban-korban yang pernah disodomi pelaku,” ujar AKP Edwin menambahkan.

Informasi ini membuat masyarakat sekitar, terutama para orang tua korban geram. Usai mereka melaporkan kejadian ini ke Mapolres Solok Arosuka, warga setempat langsung mendatangi kediaman pelaku. Beruntung, pelaku berhasil diamankan petugas ke Mapolres Selasa (20/9), sekitar pukul 22.30.

Kepada petugas, RJ mengaku telah beberapa kali melakukan aksi sodomi. Seingat pelaku, dia pernah berbuat hal terlarang itu sekitar bulan Juni lalu di toilet Balai Latihan Kerja Keterampilan Provinsi (BLKKP) di kawasan Jorong Lubukselasih, Nagari Batangbarus. Perbuatan itu terjadi beberapa kali di lokasi yang sama.

Selain itu, pelaku juga pernah melakukan sodomi di kawasan sungai, toilet mushala dan tempat lain di kawasan Lubukselasih.

Dalam menjalankan aksi terlarangnya itu, pelaku tidak membujuk korban dengan uang, melainkan membelikan para korbannya satu kotak kelereng.

“TKP-nya cukup banyak. Pelaku sudah melakukan aksi sodomi setahun belakangan,” sebut Golet Rusli.

Di sisi lain, orang tua pelaku tidak pernah menduga anaknya akan terjebak kasus asusila. Pasalnya, saat di rumah, putra bungsu dari empat bersaudara itu tidak pernah memperlihatkan gelagat mencurigakan.

“Di rumah, dia biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh,” sebut orang tua pelaku yang mendampingi anaknya saat diinterogasi petugas.

Namun, orangtua pelaku mengakui, saat belia anaknya pernah menjadi korban sodomi. “Tapi siapa yang menyodominya, dia juga tidak ingat. Karena waktu masih kecil sekali,” kata ibunya.

Di samping pernah jadi korban sodomi, pelaku mengaku ketagihan menonton film porno melalui smartphone. Pelaku mengaku, hanya menyodomi 3 orang korban. Selebihnya, hanya menonton film porno bersama-sama korban. (Hendy – sisidunia.com)