sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Politisi PDIP Menilai Ahmad Dhani Membuat Pasangannya Menjadi Lemah

Politisi PDIP Menilai Ahmad Dhani Membuat Pasangannya Menjadi Lemah



Jakarta – Jelang Pemilihan Kabupaten Bekasi 2017, Musisi Ahmad Dhani hampir dipastikan mendampingi calon Bupati Sa’aduddin sebagai calon wakil bupati. Sa’aduddin pun telah diusung tiga partai, yakni PKS, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

Politisi PDIP Menilai Ahmad Dhani Membuat Pasangannya Menjadi Lemah

akan tetapi, duet tersebut dipandang remeh oleh kubu lain. Politikus PDI Perjuangan, Jejen Sayuti, berpandangan Dhani bukanlah orang yang berasal dari partai politik dan dianggap tak mengerti apa-apa dan polos, sehingga pasangan ini akan menjadi lemah.

“Sa’aduddin okelah. Saya akui kuat dengan PKS-nya. Tapi ketika mengambil calon wakilnya dari bukan orang partai seperti, Ahmad Dhani yang hanya seorang musisi dengan kepolosannya, pasangan ini jadi lemah,” kata Jejen, yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 16 September 2016.

Jejen menjelaskan, pernyataan yang dibuatnya bukanlah tanpa alasan. Jejen mengungkapkan, fakta di lapangan menunjukkan, Dhani tidak disukai oleh ibu-ibu di Kabupaten Bekasi. Sebab, Dhani di mata kaum hawa, dikenal sebagai sosok yang kontroversial dan tidak mengerti tentang politik.

“Enggak ada ibu-ibu di Kabupaten Bekasi itu suka sama Ahmad Dhani. Jadi jelas mereka lemah dan akan kalah dalam Pilkada nanti,” ujarnya.

Terkait kepastian Ahmad Dhani yang hingga kini belum pasti, Jejen mengatakan, pasangan ini sudah 99 persen akan bertarung di Pilkada. “Kabar dari tim mereka, pasangan ini, Minggu esok (19 September 2016), akan deklarasi,” lanjut dia.

Secara singkat, Jejen menilai kelima pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada 2017 nanti. Bagi dia, tidak ada satu pun pasangan calon yang terlihat menonjol. Artinya semua pasangan masih memiliki peluang untuk menang.

“Saya nilai semua pasangan calon tak ada yang lebih diunggulkan, semua biasa-biasa saja alias datar-datar saja,” jelas politikus yang pernah juga mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati dua periode sebelumnya ini.
Terakhir Jejen mengakui, saat ini baginya semua pasangan termasuk pasangan independen, masih memiliki peluang menang. Meskipun sekarang ini, terdengar kabar pasangan petahana mengklaim lebih unggul lewat survei yang mereka lakukan.

“Saya malah tidak melihat mereka lebih unggul, tapi malah terlihat lebih lemah. Kenapa? Karena saya menilai mereka sudah kehilangan jatidirinya, dengan tak mau berkoalisi dengan partai lain dan hanya mengandalkan partainya sendiri yakni, Golkar,” tuturnya. (bens – sisidunia.com)