Home » News » Seorang Disabilitas Menjadi Korban Pencabulan

Seorang Disabilitas Menjadi Korban Pencabulan



Jakarta – Seorang pria berinisal ARH ditangkap kepolisian Polres Metro Jakarta Timur, lantaran mencabuli seorang gadis penyandang disabilitas tunarungu hingga hamil.

Seorang Disabilitas Menjadi Korban Pencabulan

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Muhammad Agung menyatakan, ARH sudah melakukan perbuatannya sebanyak dua kali terhadap korban SUN (22) di rumah pelaku yang berada di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Kejadian itu bermula pada bulan Februari 2016.

Pelaku mengenal korban karena merupakan teman dari kakak SUN. Melihat korban seorang disabilitas, ARH berpikir memanfaatkannya karena korban seorang tuna rungu yang tidak bisa menceritakan kejadian bejatnya.

“Dia melakukan hal ini karena mengira korban enggak bisa bicara. Disangkanya enggak bakal cerita ke orang lain. Apalagi dia sudah melakukan hal tersebut sebanyak dua kali,” tutur Agung, di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (16/9/2016). Saat ada kesempatan, lanjut dia, ARH membawa korban ke rumahnya yang sedang dalam kondisi sepi dan korban diancam oleh pelaku.

“Tersangka mengancam akan menonjok korban jika menceritakan hal tersebut kepada orang lain,” kata Agung.

“Setelah itu korban diantar pulang dan diturunkan dekat rumah lalu korban pulang sambil menangis,” imbuhnya.

Saat aksi yang kedua, ARH menggunakan modus yang sama. Tersangka juga sempat memberikan uang sebesar Rp20.000 pada aksi yang kedua, namun korban menolak.

Pihak keluarga berupaya menggali keterangan korban namun kesulitan karena korban seorang penyandang disabilitas. Akhirnya, korban dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kementerian Sosial.

“Melalui petugas Panti Sosial Bina Rungu Wicara Melati di Bambu Apus, Cipayung polisi memeriksa korban melalui penerjemah isyarat. Pemeriksaan juga dibantu penerjemah isyarat dari sejumlah organisasi lainnya. Akhirnya diketahui pelakunya pencabulan korban adalah ARH,” ungkap Agung.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 289 KUHP Tentang Perbuatan Cabul dengan Kekerasan atau Acaman, dengan pidana penjara maksimal 9 tahun. (bens – sisidunia.com)