sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dua Penyelundup Bom Ikan Berhasil Ditangkap Polisi

Dua Penyelundup Bom Ikan Berhasil Ditangkap Polisi



Jakarta – Sindikat penyelundup bom ikan berhasil ditangkap polisi. Pelaku berinisial Y dan T, keduanya ditangkap saat menyelundupkan bahan peledak amonium nitrat dari Malaysia ke Indonesia.

Dua Penyelundup Bom Ikan Berhasil Ditangkap Polisi

Keberadaan mereka terendus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada 9 September lalu. Bahan peledak yang diselundupkan rencananya bakal dipasarkan ke para nelayan Indonesia yang sudah memesan kepada mereka.

Satu bahan peledak yang membuat kerusakan parah pada alam ini hanya dijual seharga Rp 1,2 juta sampai Rp 2 juta.

“Kedua tersangka berinisial Y dan T ditangkap di dua tempat yang berbeda. Batam dan Muna, Sulawesi Tenggara,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Agung Setya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2016).

Para penyelundup tersebut menggunakan jalur laut dengan dari wilayah Malaysia ke Laut Cina Selatan, kemudian ke Laut Jawa, masuk ke Kangean Madura, Sumbawa, Flores, Muna, Bonerate, Jeneponto, Baubau, sampai akhirnya ke Pangkep, Sulawesi Barat.

Saat sampai di kawasan Pangkep, para nelayan yang memesan membeli amonium nitrat sampai habis. Karena, rute yang dipakai merupakan jalur lewat kapal, sehingga pemesanan oleh nelayan sangat mudah.

“Mereka menggunakan kapal untuk singgah di tempat-tempat yang memesan amonium nitrat. Setelah menentukan kapal dan ABK (Anak Buah Kapal), baru mereka berangkat dengan menentukan waktu dan rutenya,” jelas dia.

Penangkapan terhadap Y dan T merupakan hasil pengembangan penangkapan tiga buah kapal yang membawa amonium nitrat secara ilegal oleh Bea Cukai sepanjang tahun 2016 ini. Dua pelaku ini dijerat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (bens – sisidunia.com)