Home » News » “Inilah Visi Rizal Ramli Jika Terpilih Jadi Gubernur DKI “

“Inilah Visi Rizal Ramli Jika Terpilih Jadi Gubernur DKI “



Jakarta – Rizal Ramli bakal Calon Gubernur DKI yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), menginginkan Jakarta sebagai Pusat Seni dan Budaya. Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi Lembaga Arsip Film Nasional (LAFN) atau yang lebih dikebal dengan Pusat Perfilman Usmar Ismail yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9).

"Inilah Visi Rizal Ramli Jika Terpilih Jadi Gubernur DKI "

Dalam kunjungannya tersebut, ia didampingi ketua Lembaga Sinematek yang juga sutradara senior Adi Surya Abdi dan Ketua umum Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia Djonny Syafrudin. Rizal Ramli diajak berkeliling melihat ribuan dokumentasi film nasional yang diproduksi sejak jaman Belanda hingga kini.

Mantan Menko Maritim dan Sumberdaya itu juga diajak melihat bagaimana cara merawat gulungan negatif film. Di dalam ruangan lantai dasar tercium bau menyengat bahan kimia. Rizal Ramli mengaku kedatangannya ke Lembaga ini untuk pembelajaran industri perfilman Indonesia sejak jaman Belanda.

“Ternyata sangat bermanfaat. Kita bisa belajar bagamana awal mula industri perfilman Indonesia dibangun oleh insan film kita,” katanya.

Rizal mengapresiasi apa yang dilalukan oleh lembaga ini dalam merawat ribuan gulungan negatif film meski dengan peralatan yang sangat sederhana. “Tidak mudah mengoleksi dan merawat film-film yang umurnya sudah puluhan tahun ini. Suhu ruangan harus dingin terus dan suhunya pas. Kalau tidak bisa berjamur dan rusak,”katanya.

Menurut Rizal Ramli, industri film Indonesia sebenarnya bisa menyaingi negara negara lain. Industri flm indonesia pernah berjaya di era 70-an.

Dia mengakui di dunia manapun lembaga semacam LAFN ini tidak bisa menghasilkan uang. Dia hidup dari bantuan pemerintah.

“Tanpa adanya kepedulian dari pemerintah, lembaga ini akan mati. Karenanya pemerintah harus membantu supaya koleksi film yang ada di lembaga ini bisa dipelihara hingga ratusan tahun,” jelas Rizal Ramli.

Cagub DKI yang banyak mendapat dukungan dari kaum buruh, pedagang, budayawan dan elemen masyarakat lainnya ini mengaku prihatin dengan kondisi lembaga itu.

Menurut Rizal Ramli, pemimpin DKI seharusnya belajar dari Ali Sadikin yang peduli terhadap seni dan budaya. Sebab sebagai ibukota negara, Jakarta ini bukan cuma pusat bisnis tapi harus juga menjadi pusat seni dan budaya.

“Ketika jadi Gubernur Jakarta Ali Sadikin ingin menjadikan ibukota republik ini kota berbudaya dan beradab. Karena itu Bang Ali antara lain membangun pusat-pusat kebudayaan dan kesenian, seperti Lembaga Arsip Film Nasional atau Lembaga Sinematek Indonesia ini,” katanya. (bens – sisidunia.com)