sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Adhie Massardi Ingin Bentuk Tim Khusus Untuk Memeriksa Kejiwaan Ahok

Adhie Massardi Ingin Bentuk Tim Khusus Untuk Memeriksa Kejiwaan Ahok



Jakarta – Adhie Massardi, inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih, menyarankan rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Ir Muhammad Anis, segera membentuk tim khusus guna memeriksa kejiwaan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Adhie Massardi Ingin Bentuk Tim Khusus Untuk Memeriksa Kejiwaan Ahok

Mantan Jubir Presiden Gus Dur itu mengatakan, Rektor UI bisa menugasi Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP-UI) pimpinan Prof Dr Hamdi Muluk, ditambah psikiater andal untuk memeriksa kondisi kejiwaan Ahok yang kian hobi menebar ancaman kepada masyarakat.

Alasannya, kata Adhie, karena pikirnya, ucapan dan tindakan Ahok sudah melampaui batas, sehingga merusak kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara, serta mengguncang tata-nilai yang hidup di negeri ini.

“Gaya Gubernur Ahok memerintah tampak dilandasi kesumat terutama terhadap golongan tertentu, yang bisa jadi dilandasi dendam masa lalu sebagaimana literatur menyebut Hitler menciptakan holocaust bagi kaum Yahudi karena dendam masa kanak-kanak terhadap bangsa yang kemudian mendirikan negara yang bernama Israel itu,” tutur Adhie, di Jakarta, Selasa (13/9).

“Jangan sampai bangsa Indonesia mengulang kesalahan bangsa Jerman, terutama kaum intelektualnya, yang membiarkan bahkan cenderung mendukung tindakan-tindakan bodoh dan antisosial tokoh politik baru (Adolf Hitler) hanya karena retorikanya yang di akhir 1930-an, tampak berbeda dengan politisi lain,” lanjut Adhie.

“Lihat saja, jangankan mahasiswa Boby Fibri Krisdiyanto yang diminta dikeluarkan dari UI hanya karena anti-Ahok. Bahkan Presiden RI Joko Widodo disuruh menindak menteri-menteri yang melawan kebijakannya memberikan kemudahan kepada para pengembang untuk mereklamasi pantai utara Jakarta sekali pun melawan hukum dan mencemari lingkungan. Karena katanya, para pengembang telah mengeluarkan banyak uang untuk membiayai pilpres. Apalagi kepada rakyat kecil. Dia menggusur tanpa kompromi!,” sambung Adhie.

Adhie mengungkapkan, Ahok juga sangat anti-kritik seperti Hitler. hanya saja, bila Hitler mengirim pasukan khusus (SS) untuk melibas lawan-lawannya, Ahok mengirim para cyber terorist untuk melakukan teror di dunia maya (sosmed) untuk membunuh karakter para pengeritiknya.

“Saya berharap kalau tim UI nanti menghasilkan temuan menarik mengenai masa kecil Ahok, bisa segera diumumkan kepada publik agar bisa dijadikan referensi bagi masyarakat Jakarta dalam memutuskan pilihan pada pilgub DKI 2017,” kata Adhie.

“Harus kita hindari munculnya pemimpin semacam Hitler di muka bumi ini. Kalau ini berhasil, akan dicatat sejarah sebagai sumbangan civitas akademika UI terhadap sistem demokrasi dan rezim pemilu di negeri ini. Saatnya dunia kampus berhenti menjadi parasit demokrasi,” pungkas Adhie. (bens – sisidunia.com)