Home » News » Politisi Golkar Tak Kuatir Dengan Poros Baru Yang Hendak Dibentuk Oleh Yusril

Politisi Golkar Tak Kuatir Dengan Poros Baru Yang Hendak Dibentuk Oleh Yusril



Jakarta – Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, menyebut akan ada poros baru pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Politisi Golkar Tak Kuatir Dengan Poros Baru Yang Hendak Dibentuk Oleh Yusril

“PKS dan Gerindra sudah selesai. Hanura, Nasdem, dan Golkar juga. PDI Perjuangan juga ke Ahok. Tinggal partai lain yang belum tentukan sikap ini akan ambil sikap final,” kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Partai yang belum menentukan sikap yakni Partai Demokrat, PPP, dan PAN. Sementara untuk PKB, Yusril berharap akan segera bergabung. Sementara itu, Yusril tak mau ambil pusing soal sikap PKB yang mengancam mencabut dukungan bila Sandiaga memilih bakal cawagub dari PKS, Mardani. Partai Demokrat memiliki 10 kursi di DPRD DKI, PPP 10 kursi, PKB 6 kursi, dan PAN 2 kursi.

Menanggapi hal tersebut, Agung Laksono selaku Ketua Dewan Pakar Partai Golkar mengatakan bahwa terbentuknya poros politik baru tidak akan berpengaruh kepada dukungan Golkar untuk calon Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama.

“Itu tentu saja berbagai cara yang dilakukan kompetitor Pak Ahok, sah saja sepanjang sesuai aturan yang ada. Namun, itu tidak mengurangi sedikit pun dukungan kami kepada Pak Ahok,” ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (12/9/2016).

Mengenai belum jelasnya lawan-lawan Ahok dalam pertarungan di Pilkada DKI, Agung menilai, hal tersebut menunjukkan kegalauan atau kurang percaya diri beberapa partai politik dan bakal calon gubernur.

Para pendukung dari masing-masing bakal calon gubernur dinilai ragu-ragu dalam menentukan sosok pimpinan untuk bersaing dengan Ahok.

“Apa yang kami lakukan obyektif. Kalau dengan cara menjatuhkan orang lain, bukan dasar prestasi orang yang diusung, makanya terjadi gonta-ganti terus, kami khawatir keburu habis,” kata Agung.
(Legolas – sisidunia.com)