sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ratusan Orang Tewas Akibat Gempuran Udara Tentara Suriah

Ratusan Orang Tewas Akibat Gempuran Udara Tentara Suriah



Damaskus – Serangan udara di wilayah yang dikuasai kelompok oposisi Suriah dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 105 orang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/9/2016), sehari setelah AS dan Rusia mengumumkan rencananya untuk melakukan gencatan senjata yang secara efektif akan dimulai Senin (12/9/2016).

Ratusan Orang Tewas Akibat Gempuran Udara Tentara Suriah

Serangan udara itu menyasar sebuah pasar di Provinsi Idlib dan menewaskan hingga 60 orang. Di Provinsi Aleppo, sedikitnya 45 orang tewas akibat serangan udara yang sama.

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) melaporkan, serangan udara itu terjadi Sabtu (10/9/2016) di kota Anadan dan Hreitan, dekat Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah yang juga merupakan ibu kota Provinsi Aleppo.

Gencatan senjata yang rencananya digelar sejak Senin (11/9/2016) itu akan diikuti semacam koordinasi Rusia dan AS untuk memerangi kelompok-kelompok militan.

Kolompok militan utama di Suriah adalah Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Front (Jabhat) Fateh al-Sham yang tidak lain merupakan sayap Al Qaeda di Suriah.

Berdasarkan kesepakatan itu, pemerintah Suriah akan mengakhiri misi tempur di daerah-daerah tertentu yang dikuasai oleh oposisi.

Turki dan Uni Eropa menyambut baik rencana ini, tetapi mereka memperingatkan bahwa masih dibutuhkan aksi lebih lanjut.

Skema itu akan membutuhkan kepatuhan baik dari rezim Presiden Bashar al Assad maupun oposisi ‘untuk memenuhi kewajiban mereka,’ kata Menlu John Kerry di Geneva, Swiss, Jumat (7/9/2016),

Pihak oposisi mengisyaratkan siap untuk mematuhi skema itu, kata Lavrov, dengan syarat pemerintah Suriah ‘menunjukkan kesungguhan.’

Sementara Lavrov mengatakan Rusia telah menginformasikan kepada pemerintah Suriah tentang kesepakatan itu dan pemerintah Suriah ‘siap untuk mematuhinya.’

Turki mengatakan kesepakatan itu harus ditindaklanjuti upaya bantuan di tingkat awal. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, lebih melihat skema tersebut bisa membuka jalan bagi suatu transisi politik.

Adapun juru bicara kelompok oposisi Suriah mengatakan rencana itu memberikan harapan, tetapi mereka menginginkan langkah lebih detil tentang bagaimana kesepakatan itu ditindaklanjuti.

Kantor berita SANA melaporkan, Pemerintah Suriah mendukung kesepakatan itu.

Hingga sejauh ini, perang saudara yang telah berjalan lebih dari lima tahun di Suriah telah menewaskan lebih dari 290.000 orang.

Di luar itu, lebih dari 11 juta orang mengungsi. Baik yang mengungsi di dalam negerinya sendiri di Suriah, tetapi separuh lainnya telah melarikan diri ke luar negeri.

Jerman adalah salah satu sasaran utama migrasi dari Suriah. Dari sekitar 45 persen pengungsi anak di Jerman, sebagian besarnya datang dari Suriah dan mereka tanpa orangtua. (bens – sisidunia.com)