Home » News » GMNI Hindari Ancaman, Deklarasikan KLB Medan 2016 diatas Kapal Laut

GMNI Hindari Ancaman, Deklarasikan KLB Medan 2016 diatas Kapal Laut



Surabaya – Dhimas Anggara Ketua GMNI Surabaya yang juga Badan Kerja Penyelamat Organisasi menuding bahwa Pimpinan Nasional telah gagal menggerakkan dan menjaga marwah GMNI sebagai organisasi Revolusioner menjadi satu pijakan awal dalam mengevaluasi organisasi secara Nasional.

GMNI Menghindari Ancaman Deklarasikan KLB Medan 2016 diatas Kapal Laut

ā€œProses dan hasil Kongres Presidum GMNI dari tahun ketahun tidak menjadi acuhan dalam mengevaluasi organisasi ini agar menjadi organisasi yang progresif Revolusioner seperti yang dikatakan oleh Sukarno kepada kader GMNI,ā€ ucapnya, Minggu (10/9/2016).

Dia berpendapat bahwa beberapa konsolidasi internal GMNI sebagai satu awalan dalam mengevaluasi organisasi secara obyektif, berawal dari kondisi tersebut 43 cabang GMNI se Indonesia menyepakati untuk mengadakan pra Kongres Luar Biasa yang akan diadakan di Bandung dan Kongres Luar Biasa yang diadakan di Medan pada awal bulan ini.

ā€œKesepakatan tersebut di dasari agar mampu membenahi kondisi GmnI secara Nasional sehingga mampu mengembalikan marwah terbentuknya GmnI pada tanggal 23 Maret 1954 dan melanjutkan cita-cita Revolusi 1945,ā€ terangnya.

Masih Dhimas, Pra Kongres Luar Biasa yang diadakan di Cianjur tepatnya di Ballroom Hotel Setia memang di tujukan untuk membahas mukadimah AD/ART GMNI, Perubahan Logo GmnI menjadi Logo GmnI Ganesha, Penambahan nama GmnI yang berawal GmnI menjadi GmnI-Front Marhaenis, Menjaga Independensi, Konstalasi Ekonomi dan Politik Internasional & Nasional dan Peran GmnI dalam menghadapi kondisi Pergeseran jaman akibat kondisi Ekonomi Global.

ā€œPada saat Kongres Luar Biasa di Medan memang sengaja di tujukan untuk membahas program kerja GMNI KLB dalam 2 tahun kedepan, Garis Besar Pengurus Pusat dan silabus Kaderisasi,ā€ sambungnya.

Menurutnya, Indonesia sekarang berada dalam situasi kapitalisme dimana koorporasi multinasional yang menghisap urat nadi rakyat Indonesia sehingga menimbulkan kesengsaraan dan kemiskinan dalam hidup.

UntukĀ  itulah perjuangan GMNI ditujukan untuk melawan setiap bentuk kapitalisasi dan Imperialisasi baik oleh koorperasi multinasional dengan borjuasi kompradornya maupun oleh Kapitalis birokrat.

Dalam melakukan perjuangan untuk mewujudkan sosialisme Indonesia, GMNI bergabung dengan setiap elemen-elemen progresif. Termasuk dalam elemen-elemen progresif tersebut adalah Buruh, Tani, Nelayan, Borjuasi Kecil, serta Birokrasi Revolusioner.

Dalam upaya mewujudkan sosialisme Indonesia, tentu GMNI-Front Marhaenis memiliki tugas ke dalamĀ  untuk mengorganisasi dan mempersatukan seluruh Kader Marhaenis dalam satuĀ  front nasional. Ke luar, mengorganisir Buruh, Tani, Nelayan, Borjuasi Kecil, serta membangun hubungan dengan sektor gerakan Internasional.

GMNI Front Marhaenis lahir sebagai pewaris dan penerus perjuangan Rakyat Indonesia yang revolusioner. Secara historis, GMNI Front Marhaenis merupakan organisasi yang lahir dari proses dinamika internal dari Gerakan Mahasiswa NasionalĀ  Indonesia (GMNI) untuk menjawab tantangan zaman.

ā€œTugas organisasi yang harus segera dihadapi adalah menggalang persatuan nasional baik internalĀ  organisasi maupun eksternalĀ  organisasi dalam kerangka kerja-kerja programatik. Kerja-kerja programatik dipilih karena dalam prinsipnya gerak modal selalu menghasilkan aksi-reaksi,ā€ tandasnya.

Lanjut Dhimas, dalam perjuangan revolusioner, GMNI-Front Marhaenis harus berusaha menjadi pelopor daripada semua organisasi massa revolusioner. GMNI-Front MarhaenisĀ  juga harus melakukan perjuangan yang tidak mengenal ampun melawan aktivitas di dalam dan di luar Organisasi yang bermaksud merusak garis perjuangan dengan jalan memecah belah persatuan organisasi dengan elemen progresifĀ  lainnya.

Sebagai pimpinan Badan Kerja Penyelamat Organisasi, Dimas Anggara menyatakan deklarasi pembukaan KLB GMNI. Hal ini untuk menyikapi kondisi organisasi yang sudah tidak sehat.

Untuk diketahui, ada sekitar peserta 43 cabang telah menyepakati DEKLARASI KLB GMNI MEDAN 2016 diatas KAPAL KELUD pada hari jumat tanggal 9 september 2016 yang sedang menuju kota medan dikarenakan kekwahtiran peserta KLB terjadi ancaman penyerbuan dan pembubaran yang dilontarkan oleh Presidium dan Ketua PA GmnI via sms dan telponĀ  terhadap cabang-cabang GmnI yang mengikuti KLB di medan.

Namun meski dalam kondisi terdesak, Dhimas menyatakan bahwa Deklarasi KLB GMNI berjalan dengan lancar diatas KAPAL KELUD yang menuju Kota Medan. Semoga KLB GmnI di Medan tidak terjadi pembubaran paksa oleh Presidium. (bens – sisidunia.com)