sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Australia Menjadi Sumber Pendanaan Utama Kegiatan Teroris Yang Ada Di Indonesia

Australia Menjadi Sumber Pendanaan Utama Kegiatan Teroris Yang Ada Di Indonesia



Jakarta – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Muhammad Yusuf mengungkap negara-negara yang diduga menjadi asal sumber pendanaan jaringan terorisme di Indonesia. Di kawasan Asia, terdapat Australia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand. Sementara dari negara timur tengah, tercatat sumber pendanaan yang masuk ke Indonesia di antaranya berasal dari Irak, Lebanon, dan Turki.

Australia Menjadi Sumber Pendanaan Utama Kegiatan Teroris Yang Ada Di Indonesia

“Negara yang pernah kirim dana ke Indonesia paling banyak dari Australia,” kata Yusuf dalam rapat Pansus RUU Terorisme di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Berdasarkan data PPATK, Australia menduduki peringkat pertama yang menjadi penyumbang dana terbesar untuk jaringan teroris dan foreign terorisme fighter yang ada di Indonesia dengan jumlah mencapai Rp88,5 miliar.

Jumlah tersebut berasal dari 97 kali transaksi melalui berbagai cara, baik perseorangan maupun kelompok. Untuk perseorangan, salah satu caranya adalah dengan menyewa orang.

Selain itu, kata Yusuf, cara menikahi wanita warga negara Indonesia untuk diminta membuka rekening khusus guna menerima alokasi dana dugaan terorisme.

Adapun instrumen yang digunakan, kata Yusuf, biasanya menggunakan bitcoin atau paypal yang merupakan sistem pembayaran virtual.

Sedangkan untuk kelompok, Yusuf mengungkapkan Yayasan biasanya dijadikan modus pendanaan jaringan terorisme.

“Saya tidak sebut nama yayasan. Beberapa yayasan juga biayakan mereka yang berangkat ke daerah teroris di luar negeri atau yang dikenal sebagai foreign terorisme fighter (FTF),” ujarnya.

Selain Australia, Brunei Darussalam menduduki peringkat kedua dengan nominal mencapai Rp2,6 miliar yang disusul dengan Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan dan Thailand.
(Legolas – sisidunia.com)