sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » PR Untuk Siswa SD Dinilai Tidak Efektif

PR Untuk Siswa SD Dinilai Tidak Efektif



Purwakarta – Kebijakan Bupati Purwakarta Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghilangkan Pekerjaan Rumah (PR) akademik bagi siswa SD hingga SMA di daerahnya mendapat sambutan baik dari aktivis pendidikan.

PR Untuk Siswa SD Dinilai Tidak Efektif

Sebelumnya diberitakan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan melarang guru di tingkat SD hingga SMA memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswanya. Aturan ini resmi diberlakukan sesuai Surat Edaran Bupati Purwakarta No 421.7/2014/Disdikpora.

“Surat tersebut sudah ditandatangani pada 1 September 2016. Hari ini saya kumpulkan guru dan kepala sekolah. Hari ini, larangan tersebut resmi diberlakukan,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, idealnya pekerjaan rumah yang harusnya diberikan pada siswa adalah PR yang aplikatif.

“Misalnya kegiatan beternak yang diterjemahkan dalam kerangka pendidikan akademis. Contohnya pelajaran Bahasa Indonesia, bisa memberikan tugas membuat cerpen tentang sang gembala. Mulai dari pengalaman, hingga penghayatannya,” ujarnya.

Melihat dari situasi pendidikan sekarang ini, memang banyak siswa yang mengeluh karena mendapatkan PR dari guru mereka. Memberikan PR ternyata adalah hal yang tidak efektif karena siswa biasanya akan berprilaku marah karena mendapatkan PR tersebut dan biasanya akan malas dengan guru dan juga mata pelajaran yang sering mendapatkan PR sehingga anak-anak akan sulit untuk mempelajari mata pelajaran tersebut.
(Legolas – sisidunia.com)