Home » News » Risma Geram Masih Banyak Pengendara Jalan Di Surabaya Yang Ngebut

Risma Geram Masih Banyak Pengendara Jalan Di Surabaya Yang Ngebut



Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut menyoroti angka kecelakaan yang meningkat di Jalan Ahmad Yani, Kota Pahlawan. Risma mengatakan, tingginya angka kecelakaan disebabkan kurang tertibnya pengguna jalan.

Risma Geram Masih Banyak Pengendara Jalan Di Surabaya Yang Ngebut

Karena itu, perbaikan perilaku berkendara mendesak dilakukan. Menurutnya, berbagai cara telah dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di jalan penghubung Surabaya-Sidoarjo tersebut.

Mulai memasang rambu hati-hati hingga membuat speed trap. Berdasar pantauan Jawa Pos, ada tujuh titik speed trap di Jalan Ahmad Yani. Mulai lintasan kereta api Wonokromo hingga mal City of Tomorrow (Cito).

Di antaranya, depan kantor Kejati Jatim, depan pertigaan Siwalankerto, dan sebelum U-turn Mal Cito. Sejumlah rambu lalu lintas juga dipasang di sepanjang jalan itu.

Di antaranya, rambu larangan berhenti, rambu larangan parkir, rambu kecepatan kendaraan 40 kilometer per jam, dan rambu hati-hati. Sayangnya, rambu-rambu tersebut seolah menjadi panjangan di median jalan. Sebab, tidak banyak pengendara yang mengindahkannya.

Tengok saja Jalan Ahmad Yani di atas pukul 23.00. Akses tersebut seolah berubah menjadi arena balap. Kondisi jalan yang lengang dimanfaatkan sejumlah pengendara untuk kebut-kebutan. Bisa dipastikan tidak ada pengendara yang melajukan kendaraannya 40 kilometer per jam pada jam-jam itu.

Risma menuturkan, banyaknya kecelakaan di Jalan Ahmad Yani tidak disebabkan faktor kondisi jalan. Tetapi perilaku pengendara.

”Rambu sudah ada. Kami juga sudah memasang speed trap, tapi tetap saja banyak yang ngebut,” katanya.
(Legolas – sisidunia.com)