sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Pedagang Mengaku Daging Kerbau Tak Dilirik Oleh Konsumen

Pedagang Mengaku Daging Kerbau Tak Dilirik Oleh Konsumen



Jakarta – Daging kerbau yang diimpor Perum Bulog secara remi sebanyak 9.500 ton. Diharapkan daging asal India ini dapat menekan harga daging di pasar yang harganya masih diatas Rp 100.000 per kilogramnya. Daging-daging Kerbau tersebut disebar ke berbagai pasar di Jabodetabek mulai awal September 2016.

Pedagang Mengaku Daging Kerbau Tak Dilirik Oleh Konsumen

Para pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara mengaku belum mendapatkan pasokan daging kerbau yang telah diimpor Bulog dari India. Mereka mengaku belum minat menjual daging kerbau. Menurut mereka, agak sulit untuk menjual daging kerbau ke masyarakat.

“Kerbau nggak ada di sini. Kalau kerbau peminatnya kurang, mendingan sapi,” ujar pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/9/2016).

Tekstur daging kerbau yang keras membuat minat beli masyarakat terhadap daging kerbau rendah. Selain itu, masyarakat pun sudah terbiasa mengonsumsi daging sapi sebagai kebutuhan protein.

“Yang jadi masalahnya peminatnya ini, kalau kerbau yang beli kurang. Terus juga kan daging kerbau itu keras nggak seperti sapi,” kata pedagang.

Perum Bulog akan menjual daging kerbau ke pedagang daging di pasar tradisional dengan harga Rp 56.000 per kg kemudian pedagang menjualnya lagi kepada konsumen seharga Rp 65.000 per kg.

Pedagang mengatakan bahwa harga jual daging kerbau apabila dijual ke konsumen tergantung pembeli. Menurutnya harga jual yang diatur Bulog masih bisa berubah lebih tinggi lagi setelah masuk pasar.

“Kalau harga terserah yang jual. Kalau kerbau kan kurang peminatnya,” jelasnya. (bens – sisidunia.com)