Home » News » Cerita Istri yang Teraniaya, Usaha Bangkrut hingga Diancam Dibunuh Suami

Cerita Istri yang Teraniaya, Usaha Bangkrut hingga Diancam Dibunuh Suami



Medan – Dengan tekad bulat Anita Suarman (37)menekankan untuk cerai dan ingin memenjarakan suaminya, IA (38). Dikarenakan sering dianiaya oleh suaminya sendiri.

Cerita Istri yang Teraniaya, Usaha Bangkrut hingga Diancam Dibunuh Suami

Bukan hanya dianiaya, ibu yang memiliki dua anak yang tinggal di Jalan Pasar 9 Tembung, Gnag Pendawa, Kecamatan Percut Sei Tuan ini, menceritakan kalau, IA berusaha akan membunuhnya di kawasan Lahan Garapan Pasar III Bangun Setia, Desa Amplas, Kabupaten Dekiserang, Sumatra Utara. Korban mengaku trauma dan takut, sehingga melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Saya datang mau menanyakan kasus penganiayaan, penculikan serta upaya pembunuhan terhadap saya yang sudah saya laporkan sekitar seminggu lalu. Saya heran, kenapa pelakunya itu tidak ditangkap. Padahal, posisi saya sudah babak belur berlumuran darah dan sudah hampir dibunuh,” ungkap Anita, saat berada di Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (2/9/2019).

Kasus penganiayaan yang terjadi pada Sabtu, 20 Agustus 2016 sekitar 18.00 WIB. Sore itu, korban sedang dalm perjalanan menuju pulang ke rumahnya mengendarai mobil. Saat di Jalan 7 Tembung, suaminya tiba-tiba menghadang dan memperentikan laju kendaraanya.

“Pas berhenti, dia langsung masuk ke dalam dan mengambil alih sopir. Dia bilang kepada saya untuk  meminjam mobilku. Kemudian saya bilang, saya takut abang gadaikan lagi seperti sepeda motor dan barang lainnya. Karena tidak saya kasih, dia memukul wajahku dua kali. Saya langsung menangis dan mengancam akan meminta tolong sama warga. Baru dia berpura-pura minta diantarakan  ke kawasan Lahan Garapan di Pasar 3 Tembung,” ungkap Anita.

Dengan bibir yang berdarah akibat tinju sang pelaku, keduanya pun akhirnya tiba di tujuan. Masih berada dalma mobil, pelaku yang memilih tempat sepi, kembali melampiaskan emosinya. Tnpa pikir panjang, pelaku memukul korban hingga bertubi-tubi. (bens – sisidunia.com)