Home » News » Presiden Filipina Menganggap Dirinya Tak Sekejam ISIS

Presiden Filipina Menganggap Dirinya Tak Sekejam ISIS



Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte, menolak adanya anggapan bahwa kebijakan tembak di tempat bagi para pelaku pengedar narkoba merupakan tindakan genosida. Padahal kebijakan Duterte itu telah menewaskan 1.800 orang yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Baik mereka yang diduga sebagai pengguna, maupun pengedar, dan juga gembong besar.

Presiden Filipina Menganggap Dirinya Tak Sekejam ISIS

Duterte pun bersedia mendekam di penjara jika ada gugatan hukum atas keputusannya itu. Hal itu dilakukan untuk membela para petugas yang telah melaksanakan kebijakannya itu. Duterte menegaskan, kebijakan yang dikeluarkannya dengan pembantaian yang dilakukan Presiden Suriah Bashar Assad, atau aksi biadab kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) memiliki perbedaan.

“Genosida? Memangnya siapa yang saya bunuh? Saya tidak membunuh anak-anak. Saya tidak menjatuhkan bom macam Presiden Assad,” kata Duterte.

Pernyataan Duterte ini diungkapkan dalam sambutan Hari Pahlawan, di hadapan para veteran perang, duta besar, dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya, Senin (29/8/2016).

“Saya berjuang melawan kriminal,” tegas dia.

Duterte pun membandingkan langkahnya dengan perbuatan teroris ISIS yang dia sebut sebagai kelompok “idiot”.

“Saya tidak membakar wanita hanya karena mereka menolak berhubungan seks,” tegas Duterte.
(Legolas – sisidunia.com)