Home » Hiburan » Model Cantik Layya Zattira Ceritakan Pengalaman Karirnya

Model Cantik Layya Zattira Ceritakan Pengalaman Karirnya



Malang – Menggeluti dunia modeling sudah lama dijalani oleh Layya Zattira (22).

Model Cantik Layya Zattira Ceritakan Pengalaman Karirnya

Mahasiswi semester akhir di Universitas Negeri Malang (UM) jurusan Tata Busana ini terjun di dunia modeling sejak masih duduk di bangku SD.

Ternyata hobinya yang mahir berlenggak-lenggok di catwalk ini ia teruskan dan berhasil membawa rezeki bagi dia.

“Sejak SD sampai SMA saya ikut di dunia model di Tulungagung. Terus saya kuliah di Kota Malang, akhirnya saya teruskan dan sekarang fokusnya di dunia fotografi. Ya alhamdulillah bisa menghasilkan rezeki saya teruskan sampai saat ini,” tutur gadis cantik kelahiran Tulungagung, 8 Februari 1994 ini.

Ia yang juga tergabung di AMA (Athena Model Agency) ini, ternyata juga memiliki pengalaman dibidang modeling dan kompetensi. Yakni Putra Putri Sejawa Bali, pemenang Miss Yamaha di Tulungagung, Miss Matos, serta audisi Pagelaran UM.

Selain itu, ia juga memiliki kecintaan terhadap dunia fashion dan busana. Baginya, fashion dan busana merupakan satu kesatuan yang menggambarkan sosok dirinya.

“Kalau dari segi busana, pastinya karena berprofesi sebagai seorang model foto, yang dilihat ialah penampilan. Saya suka yang memang menggambarkan siapa diri saya dan bisa menarik pandangan semua orang. Misalnya, busana yang termasuk casual tapi pas di badan saya,” imbuh anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Ia menceritakan, pengalamannya di dunia modeling. Yakni saat ia pertama kali mengikuti audisi fotografi di Araya. Layya mengira bahwa kegiatan itu hanya diikuti sekitar 30 peserta.

Ternyata dugaannya salah. Ia harus bersaing dengan 150 model yang ikut dalam kompetisi model itu. Dari situ, ia kenal dengan fotografer dan mendapat tawaran sebagai model fotografi.

“Saat itu saya benar-benar bingung dan harus profesional karena harus melayani banyak fotografer yang mengambil foto. Tetapi dengan begitu, saya mendapat kenalan fotografer dan akhirnya kebanjiran event foto,” pungkasnya. (Hendy – sisidunia.com)