sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Jurnalis Terpesona Dengan Kemegahan Acara Jember Fashion Carnival

Jurnalis Terpesona Dengan Kemegahan Acara Jember Fashion Carnival



Jember – Jember Fashion Carnival (JFC) kembali digelar di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (28/8/2016) sore. Pagelaran tersebut diisi oleh sejumlah peserta. Sejumlah jurnalis dan wisatawan asing terpesona dengan penampilan peserta JFC yang berlenggak-lenggok di catwalk.

Jurnalis Terpesona Dengan Kemegahan Acara Jember Fashion Carnival

Konsep dari pagelaran¬†JFC ke-15 di tahun 2016 sendiri mengusung tema¬†“Revival” atau kebangkitan Indonesia di berbagai bidang, dengan sub tema Garuda, Hortus, Technocyber, Woods, Paradisaea, Refugees, Ocean, Chandelier, Olympic dan Barong.

“Kegiatan JFC sangat luar biasa, sehingga saya ingin membuat film dokumenter tentang karnaval yang sudah mendunia ini,” kata salah seorang jurnalis Swiss TV Edy F. Wales.

Sejak pembukaan JFC International Event pada Rabu (24/8/2016) lalu, dua wartawan asing tersebut telah meliput dan mengambil gambar pagelaran pembukaan tersebut. Mereka berdua bahkan terpesona dengan kreatifitas anak-anak JFC yang juga tampil luar biasa.

“Kami kagum dengan ide-idenya yang luar biasa dan busana yang digunakan peserta juga bagus. Saya sangat tertarik dengan tema defile Ocean karena kami sering mendokumentasikan kekayaan alam di bawah air laut,” tutur pria yang sudah lama tinggal di Denpasar, Bali itu.

Wisatawan perempuan asal Perancis Clo Meunier, juga mengungkapkan ketakjubannya. Ia mengaku terpesona dengan busana yang digunakan para peserta grand carnival JFC. Menurutnya, acara JFC ini tidak kalah menarik dengan karnaval di Rio de Janiero.

“Para peserta membuat kostum sangat luar biasa karena mereka membuat sendiri dan mereka juga bukan seorang desainer. Busana yang digunakan juga dikemas dalam balutan budaya Indonesia,” tuturnya dengan bahasa Perancis.

“Mudah-mudahan tahun depan saya bisa datang ke Jember untuk menonton wisata karnaval JFC yang sangat mempesona,” katanya.

Vice Presiden JFC Suyanto mengatakan beberapa fotografer asing dan jurnalis kantor berita asing juga sudah mendaftar melalui daring (online), bahkan dari Swiss TV akan membuat dokumenter tentang JFC. Namun, Jumlah media, fotografer, dan pecinta hobi fotografi yang mendaftar untuk melakukan peliputan JFC hanya 371 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan kegiatan JFC tahun 2015 sebanyak 3.711 fotografer baik domestik maupun mancanegara.

“Tahun ini para hobi fotografer harus membayar tiket untuk masuk memotret JFC dan mereka mendapatkan kaos, sedangkan untuk kawan-kawan media dan jurnalis tetap gratis,” tuturnya.

(bimbim)