Home » News » Densus 88 Tangani Aksi Upaya Bom Bunuh Diri di Medan

Densus 88 Tangani Aksi Upaya Bom Bunuh Diri di Medan



Jakarta – Terkait dengan kasus bom bunuh diri di Gereja Santo Yoseph, sepertinya kelanjutan penyelidikannya akan diambil alih oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror. Awalnya kasus tersebut diserahkan oleh Polda Sumatera Utara. Untuk mempermudah penyelidikan, pelaku bom bunuh diri, berinisial IAH, 17, tersebut kini dalam kendali penuh tim Densus.

Densus 88 Tangani Aksi Upaya Bom Bunuh Diri di Medan

“Kasus bom bunuh diri di Medan kini sudah ditangani teman-teman dari Densus 88,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Sang pelaku IAH memang masih dibawah umur, namun pihaknya tetap menjeratnya dengan Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme. “Tapi ‎karena yang bersangkutan dikategorikan belum dewasa. Untuk acaranya berlaku sistem peradilan pidana anak,” kata Agus.

Agus menerangkan, penyidik Densus masih punya waktu lima hari lagi untuk melimpahkan berkas perkara IAH ke kejaksaan. Sebab, apabila dalam lima hari tersebut  berkasnya tidak dilimpahkan, maka IAH akan bebas secara hukum mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.

“Tapi dapat diperpanjang 8×24 jam atas permohonan jaksa penuntut umum,” jelas Agus.

Sementara itu, alasan penyidik Densus menjerat IAH dengan Pasal Terorisme, kata Agus, karena yang bersangkutan sudah membuat takut lantaran aksi bom bunuh dirinya itu.

“Karena dianggap ketakutan, jadi kenakan UU Terorisme,” pungkas Agus.

(bimbim)