Ā sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

Ā 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

Ā 

Ā Admin,

Ā www.sisidunia.com

Home » News » Pelaku Teror Bom di Medan Berasal Dari Keluarga Yang Terhormat

Pelaku Teror Bom di Medan Berasal Dari Keluarga Yang Terhormat



Medan – Terkait aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, Minggu (28/8/2016), membuat heboh masyarakat. Tak terkecuali bagi Ā keluarga pelaku dan para tetangganya. Pelaku yang tinggal di Jalan Setia Budi, Gang Sehati, Medan, itu dikenal sebagai anak pendiam dan jarang keluar.

Pelaku Teror Bom di Medan Berasal Dari Keluarga Yang Terhormat

Di rumah permanen berpagarĀ hijau tua kombinasi kuning susu, di halaman rumahnya ditanam pohon coklat dan di bawahnya terparkir mobil Mercy Biru Tua. Rumah itu merupakan kediaman dari Ivan Armadi Hasugian (18) pelaku teror bom misa di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Jalan Dr Mansyur, Medan Selayang.

Keluarga Ivan dikenal sebagai keluarga yang tertutup, sehingga sejumlah warga di lingkungan sekitar rumah pelaku menilai, mereka kurang bergaul.Ā Ivan sapaan akrabnya di sekitar rumah, diketahui anak yang jarang bergaul ke luar rumah. Bahkan, pasca tamat dari SMA Negeri 4 Medan, Ivan lebih banyak di rumah. Sekali-sekali tampak berjalan kaki ke luar rumah.

ā€œTertutup semua keluarganya. Bertegur pun enggak pernah. Tapi sering pergi ke masjid,ā€ ujarĀ Yulike selaku ketua RT setempat.

Ivan merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya bernamaĀ Makmur S Hasugian, seorang pengacara. Terakhir kasus yang ditanganinya adalah kasus bantuan sosial Pempro Sumut dengan terdakwa Raja Anita Elisyah. Ibunya, Arista Purba adalah PNS di Dinas Kesehatan Pemko Medan.

Lahir dari keluarga terdidik, Ivan yang sering berlatih Taekwondo tumbuh besar menjadi anak yang pendiam, dan cenderung tertutup kepada tetangga dan keluarganya. Bahkan, Ivan sering berbeda pendapat dengan saudara kandungnya dalam hal persoalan akidah dan hubungan antarsesama manusia.

Di rumah itu, Ivan tinggal bersama kedua orangtuanya dan seorang kakak kandungnya, Eva Hasugian. Sedangkan seorang kakak lainnya, Ivo Andika Hasugian sudah menikah dan tak tinggal di rumah tersebut. Kediaman yang sudah ditempati keluarganya sejak 20 tahun silam itu, kini sudah dipasang police line dan penghuninya terpaksa menjalani pemeriksaan.

Ivan mulai menunjukkan perubahan dirinya pada dua bulan lalu, sering menyendiri dan selalu menolak kalau dinasehati. Bahkan, saat-saat diberikan pendapat tentang berhubungan dengan orang lain, selalu saja marah. Khususnya saat menyalami keluarga, selalu saja menolak.

(bimbim)