sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Inilah Resiko Menggunakan Facebook Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Inilah Resiko Menggunakan Facebook Yang Mungkin Belum Anda Ketahui



New York – Facebook merupakan sebuah media sosial yang beberapa tahun ini menjadi booming di masyarakat. Semuanya seperti sedang berlomba-lomba online 24 jam setiap harinya di situs yang sudah punya 200 juta user di seluruh dunia ini. Online seharian penuh itu paling banyak digunakan untuk berkutat di seputar status.

Inilah Resiko Menggunakan Facebook Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Memang popularitas Facebook ini sungguh luar biasa. Namun ternyata, selain kelebihan yang dimilikinya tersebut, Facebok juga memiliki kelemahannya. Facebook dinilai sebagai jejaring sosial yang sangat terbuka. Sifat keterbukaan dan keluasan itulah yang memunculkan beberapa efek negatif di antara begitu banyak kelimpahan keistimewaan dari Facebook.

Sisi negatif tersebut juga sangat bervariasi, mulai dari tingkat ringan yang efeknya sekedar menjengkelkan sampai dengan tingkat berat yang bisa menimbulkan kerugian yang lumayan besar. Karena itulah Facebook juga menyimpan sejumlah resiko kalau kita tidak hati-hati menggunakannya. Berikut adalah kelemahan-kelemahan yang ada dalam situs jejaring sosial Facebook.

1. Virus

Sebagian besar aplikasi yang ada di Facebook dibuat oleh pihak ketiga, bukan oleh Facebook sendiri. Karena dibuat oleh pihak lain, maka ada kemungkinan aplikasi itu bisa membahayakan, apalagi jika bukan dibuat oleh suatu pihak yang bisa dipercaya. Dengan meng-install suatu aplikasi maka sama artinya kalau Anda menyetujui aplikasi itu untuk mengakses isi dari profile Anda dan menggunakannya. Jadi bisa saja semuanya itu disalahgunakan.

Selain itu yang tak kalah seringnya adalah serangan virus dengan jalan mengirimkan message palsu. Isi dari pesan itu di antaranya ada yang menyuruh user men-download suatu program untuk melihat video yang ditawarkan seperti pada virus Koobface. Begitu dijalankan program itu akan membuat komputer user terinfeksi dan akan mengirimkan data-data rahasia yang ada di komputer atau yang diketikkan user. Bentuk serangan lainnya yaitu mengirimkan pesan agar user mengklik alamat-alamat yang nantinya akan menampilkan halaman Facebook palsu dengan harapan dapat mencuri password.

2. Pengelolaan Data

Beberapa kekhawatiran muncul ketika melihat begitu lengkapnya user mengisikan data-datanya. Di antaranya yaitu pencurian data. Hal ini pernah dibuktikan oleh 2 mahasiswa MIT yang berhasil men-download 70 ribu profile Facebook yang menggunakan script otomatis untuk proyek mereka untuk meneliti keamanan Facebook. Data-data ini sempat juga menjadi sengketa antara user dengan pihak Facebook. Masalah muncul ketika syarat dan ketentuan dari situs itu mengalami perubahan dengan hilangnya ketentuan yang mengatakan user dapat menghilangkan apa yang diisikannya kapanpun.

Dengan ketentuan baru ini berarti jika user menghapus account-nya, setiap komentar atau pesan yang ditinggalkan pada halaman teman Facebook-nya tidak ikut hilang. Hal ini sempat menjadi perdebatan sengit sebelum akhirnya diadakan voting yang membatalkan peraturan baru itu. Meski pembatalan ini harus dibuktikan lagi kebenarannya.

3. Facebook Beacon

Facebook Beacon diluncurkan 7 November 2007, merupakan inovasi marketing yang mengizinkan situs itu menampilkan aktivitas user pada profile Facebook sebagai Social Ads dan mempromosikan produk. Facebook akhirnya dikritik karena mengumpulkan data user lebih banyak dari yang pertama mereka katakan saat peluncuran. Facebook akhirnya meminta maaf dan kemudian mengizinkan user bisa memilih untuk tidak memakai Facebook Beacon.

4. Privasi

Dengan meng-update setiap saat status, ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya kita bisa saling berbagi kabar dengan teman-teman kita setiap saat. Tetapi itu jugalah yang menimbulkan masalah. Dengan terus meng-update status kita maka semua “teman” kita akan mengetahui apa yang sedang kita lakukan dan di mana kita berada. Repotnya “teman” ini bersifat sangat luas.

Bisa berarti benar-benar teman kita yang ingin kita bagi tentang status kita, bisa juga seseorang yang memang kita kenal tetapi sebenarnya tidak perlu kita bagi status kita dan teman hasil add sembarangan untuk sekedar memperbanyak daftar teman kita. Apabila tidak diset dengan benar maka akibatnya privasi kita bisa terganggu. Contohnya bila Anda sedang membolos kerja dengan alasan sakit. Anda pasang status untuk teman-teman Anda, “Asyiknya sedang jalan-jalan”. Teman Anda mungkin bisa tertawa-tawa lihat status ini, tapi apa jadinya kalau bos Anda yang sudah jadi teman di Facebook Anda ikut membacanya?

5. Penyalahgunaan Data

Dengan adanya data-data pribadi berikut foto-fotonya yang ada di halaman profile, maka itu semua rawan diambil oleh pihak-pihak lain yang bisa mengakses profile tersebut. Parahnya lagi semua itu bisa disalahgunakan untuk membuat suatu situs baru yang berisi data-data pribadi tersebut. Situs palsu itu seolah-olah dibuat langsung oleh user Facebook yang datanya dicuri tersebut.

Jika niat si pencuri itu jelek maka tentunya situs itu akan ditambah dengan informasi-informasi untuk menjelek-jelekkan user yang bersangkutan. Hal semacam ini dikenal dengan sebutan impersonation yang tentunya sangat merugikan. Belum lagi untuk mengurus situs ilegal ini juga cukup repot. Untuk meminta penghapusan situs dan data-data milik kita yang disalahgunakan tersebut harus mengikuti beberapa prosedur yang memakan waktu lumayan lama.

6. Biaya Membengkak

Aktif online di Facebook berarti harus terkoneksi terus dengan internet. Hal ini tentunya berarti biaya untuk internet juga bertambah besar. Apalagi kalau memakai koneksi internet yang bukan langganan tetapi insidental, jika digunakan terus-menerus pastinya biayanya bisa melebihi biaya langganan. Ini tentunya sudah resiko, jika ingin selalu online tentunya harus keluar biaya lebih banyak.

(bimbim)