sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » PDIP Dinilai Punya Banyak Figur Untuk Melawan Ahok

PDIP Dinilai Punya Banyak Figur Untuk Melawan Ahok



Jakarta – Calon Gubernur petahana Basuki Tjahaj Purnama atau biasa disebut dengan Ahok memang telah menyatakan bahwa dirinya mendapat dukungan dari ketua umum partai PDIP dalam Plkada DKI Jakarta 2017. Namun, banyak pihak yang meragukan hal tersebut bahkan banyak anggota partai PDIP yang menyebutkan partai berlambang banteng dengan moncong tersebut telah memiliki calon untuk bersaing dengan Ahok dalam Plkada DKI 2017.

PDIP Dinilai Punya Banyak Figur Untuk Melawan Ahok

“PDIP punya banyak kader seperti Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Djarot Saiful, Boy Sadikin yang punya potensi membuat gubernur incumbent tersungkur dalam iklim politik yang normal,” ungkap Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago kepada wartawan, Sabtu (27/8/2016).

Partai berlambang Banteng Moncong Putih itu, lanjut Pangi, memiliki kader yang sudah jelas-jelas tak diragukan lagi kesetian, kapabilitas dan totalitas dalam membela PDIP dan rakyat. “Tinggal partai mempertahankan adat istiadat politik terkait pembacaan logika meritokrasi di tubuh partai. Mengapa PDIP harus mengusung Ahok, padahal saat yang sama PDIP jelas-jelas punya kader terbaik? Itu pertanyaan retoris yang logis,” jelasnya.

Pangi melanjutkan, opini yang dipompakan selama ini ke benak publik bahwa seolah-olah membajak perkataan Megawati, yakni PDIP pasti mengusung Ahok, hanyalah pengiringan opini publik semata. Santer terdengar PDIP akan dukung Ahok, itu dianggap sebagai opini oplosan.

“PDIP istimewa, bisa mengajukan calon sendiri tanpa berkoalisi, namun patut diduga tersandera kepentingan kelompok tertentu dan tidak merdeka mengusung kadernya sendiri. Pertanyaan menggelitik, mengapa PDIP terkesan membesarkan Ahok ketimbang membesarkan kadernya sendiri. Politik itu sederhana, bagaimana besok hari kita punya pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya,” tutup Pangi.