Ā sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

Ā 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

Ā 

Ā Admin,

Ā www.sisidunia.com

Home » News » Menkominfo Nilai Industri Telepon Selular di Indonesia Tidak Mendidik

Menkominfo Nilai Industri Telepon Selular di Indonesia Tidak Mendidik



Jakarta – Perbandingan tarif percakapan telepon antara sesama jaringan operator (on-net) dan lintas operator (off-net) dinilai perlu diatur ulang guna menyehatkan industri sekaligus memberikan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Menkominfo Nilai Industri Telepon Selular di Indonesia Tidak Mendidik

Rudiantara menilai bahwa kini tarif percakapan telepon sangat jauh berbeda antara tarif panggilan telepon ke sesama operator dibandingkan dengan tarif panggilan telepon lintas operator.

“Ada yang menggratiskan ke sesama operator, tapi ke luar, lain operator biayanya Rp2.000 per menit. Jadi ini tidak sehat, rasionya bisa ribuan kali,” katanya, Rabu (24/8/2016) malam.

Menurut dia, hal tersebut bisa berdampak kepada industri sendiri. Industri menjadi tidak efisien karena hanya mendorong untuk berkutat pada percakapan sesama operator. Hal ini mempengaruhi perilaku masyarakat yang tidak efisien dengan memiliki lebih dari satu sim card dan satu telepon selular.

“Jadi masyarakat kalau mau telpon Simpati pakai kartu Simpati, kalau XL pakai XL, Indosat pakai Indosat, ini tidak sehat,” katanya.

Hal tersebut dinilaiĀ tidak efisien, karena biaya pemeliharaan yang begitu besar pada sim card. Padahal, dinilai apabila satu pelanggan hanya memiliki satu sim card saja, maka hal tersebut bisa menjadi saranaĀ penghematan. Selain itu, perilaku masyarakat yang didorong untuk memiliki lebih dari satu telepon seluler guna menghemat biaya percakapan.

“Ini kan tidak mendidik,” katanya.

(bimbim)