sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Karena Sakit Hati, Anak Kaster Dituding Rusak Patung Yesus dan Bunda Maria

Karena Sakit Hati, Anak Kaster Dituding Rusak Patung Yesus dan Bunda Maria



Klaten – Salah seorang bernama Ignatius Rendi Relianto alias Palo (21) ditetapkan menjadi tersangka pengerusakan patung Bunda Maria dan Yesus oleh Polda Jawa Tengah. Kejadian tersebut terjadi di Gereja Santo Yusuf, Dukuh Minggiran, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/8/2016). Tersangka tersebut adalah warga Dukuh Bakung RT 18 RW 5, Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan. Tersangka merupakan anak koster gereja yang berstatus mahasiswa.

Karena Sakit Hati, Anak Kaster Dituding Rusak Patung Yesus dan Bunda Maria

“Berdasarkan bukti-bukti yang kuat dan pengakuan dari tersangka, maka kami pada hari ini menetapkan pelaku sebagai tersangka,” kata Direktur Reskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Gagas Nugraha kepada awak media di Mapolda Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Gagas menjelaskan bahwa tersangka telah merusak dua patung yang merupakan simbol suci agama Kristen. Patung Bunda Maria dirusak dudukan kakinya serta patah bagian atas kaki sampai kepala. Sedangkan patung Yesus tangan kanannya dirusak. Gagas menjelaskan perusakan yang terjadi pada Selasa (9/8/2016) lalu sekitar pukul 13.40 WIB itu, karena tersangka sakit hati kepada ibunya sendiri.

“Tersangka ini mengangkat patung Bunda Maria dan membuang ke sungai dengan tujuan agar hanyut. Namun tersangkut batu yang ada di sungai. Tersangka sempat hendak turun sungai untuk menghanyutkan patung. Tidak berhasil. Motifnya perusakan patung karena tersangka sakit hati,” bebernya.

AKBP Nanang Haryono selaku Kepala Subdirektorat III Jatanras Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah, menjelaskan, aksi tersangka menghanyutkan patung Bunda Maria di sungai terlihat oleh saksi. Nanang mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus itu di hari keenam usai kejadian. Akibat perbuatanya itu, tersangka dijerat dengan pasal 406 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Sungainya berjarak sekitar 100 meter dari gereja tempat tersangka merusak dua patung itu,” ujarnya.

“Ancaman hukumanya dua tahun penjara delapan bulan. Tersangka tidak ditahan dan dikenai wajib lapor,” pungkas Nanang.

(bimbim)