Home » News » Staf Damayanti Dituntut Lima Tahun Penjara

Staf Damayanti Dituntut Lima Tahun Penjara



Jakarta – Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini dituntut lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidier tiga bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Dessy dan Julia merupakan staf anggota DPR RI Komisi V Damayanti Wisnu Putranti. Keduanya menjadi terdakwa dalam kasus suap proyek pelebaran jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Staf Damayanti Dituntut Lima Tahun Penjara

“Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama lima tahun dan denda Rp200 juta, subsidier tiga bulan kurungan,” ujar jaksa Ronald Ferdinand saat membacakan tuntutan, Senin (22/8/2016).

Hal-hal yang meringankan terdakwa adalah mereka mengaku bersalah dan bersikap sopan selama persidangan. Selain itu JPU juga telah mengajukan keduanya sebagai justice collaborator untuk membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasus suap tersebut.

Menanggapi tuntutan jaksa, keduanya sepakat mengajukan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan pada persidangan 1 September mendatang.

Ditemui usai persidangan, Dessy mengaku sudah memprediksi tuntutan hukuman dari JPU. Dia terlihat lebih santai ketimbang Julia yang langsung menangis begitu mendengar tuntutan.

“Saya enggak nangis, sudah saya duga kok segitu (lima tahun),” tuturnya.

Dalam dakwaanya, JPU menyebutkan bahwa Dessy bersama Julia dan Damayanti menerima uang dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir untuk memuluskan proyek pelebaran jalan di Maluku.

Sejumlah uang dari Abdul bagi Damayanti dan anggota Komisi V DPR lainnya diberikan melalui Dessy dan Julia.

“Terdakwa mengetahui bahwa perbuatannya secara bersama-sama Damayanti dan Julia menerima uang dari Abdul Khoir, dimaksudkan agar Damayanti mengusulkan program aspirasi pelebaran jalan di Maluku untuk dikerjakan PT Windhu Tunggal Utama,” ujar Jaksa Ronald Ferdinand saat membacakan dakwaan, Juni lalu.