sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Soekarwo Meminta Pemerintah Tak Terburu-buru Merealisasikan Kenaikan Harga Rokok

Soekarwo Meminta Pemerintah Tak Terburu-buru Merealisasikan Kenaikan Harga Rokok



Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta pemerintah pusat tak terburu-buru merealisasikan wacana kenaikan harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus. Soekarwo mengingatkan agar pemerintah pusat melibatkan pemerintah daerah dalam menaikkan harga rokok, karena sebagian besar cukai rokok berasal dari daerah.

Soekarwo Meminta Pemerintah Tak Terburu-buru Merealisasikan Kenaikan Harga RokokSoekarwo Meminta Pemerintah Tak Terburu-buru Merealisasikan Kenaikan Harga Rokok

“Saya harap dipanggil ke Jakarta untuk diajak bicara dan turut membahasnya, sebab selama ini hanya tahu dari media massa,” ujar Soekarwo, Sabtu (20/8/2016).

Soekarwo menjelaskan pemerintah daerah perlu diajak urun rembuk karena banyak petani tembakau orang yang menggantungkan hidupnya dari rokok. Dia khawatir jika harga rokok naik maka pendapatan petani tembakau dan buruh di pabrik rokok berkurang.

“Petani tembakau juga akan terimbas bila wacana itu benar-benar diwujudkan, terlebih ada sekitar 6,1 juta orang yang menggantungkan hidupnya dari rokok,” katanya.

Selain itu, provinsi Jawa Timur menyumbang cukai ke pusat sebesar Rp100 triliun lebih. Dari Jumlah tersebut kembali ke provinsi sebesar 2 persen atau sekitar Rp2,2 triliun, kemudian dibagi dengan Pemerintah Daerah.

“Dari jumlah Rp2,2 triliun dibagi 30 persen ke provinsi, dan 70 persen dibagi dengan 38 kabupaten/kota se-Jatim,” katanya.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendukung wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu per bungkus. Alasannya, selama ini rokok menimbulkan efek kesehatan yang buruk bagi masyarakat.
(Legolas – sisidunia.com)