sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kebakaran di Riau Melahap 3.732 ha di Sepanjang Tahun 2016

Kebakaran di Riau Melahap 3.732 ha di Sepanjang Tahun 2016



Pekanbaru – Seringnya kebakaran hutan yang melanda Provinsi Riau, tercatat dalam sepanjang tahun ini sekitar 3.732 ha luas hutan dan lahan yang sudah terbakar. Hal tersebut telah diumumkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau baru-baru ini.

Kebakaran di Riau Melahap 3.732 ha di Sepanjang Tahun 2016

Edwar Sanged selaku Kepala BPBD Riau mengatakan kebakaran hutan dan lahan sedang marak terjadi pada Agustus ini. Pemerintah mencatat luas lahan yang terbakar hingga pertengahan Agustus mencapai 2.332 ha. “Total lahan yang terbakar hingga pertengahan Agustus ini lebih banyak daripada semester I/2016 yang hanya mencapai 1.400 ha. Karena Riau tengah memasuki musim kemarau,” kata Edwar Sanger, Jumat (19/8/2016).

Edwar menilai bahwa luas lahan yang terbakar memang meningkat, namun jumlah tersebut jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun lalu yang bisa mencapai sekitar 5.000 ha. Edwar mengaku pihaknya dan tim satgas pencegahan dan pemadaman karhutla telah berusaha semaksimal mungkin dalam menanggulangi masalah tersebut.

Seperti dilihat dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di sejumlah areal perusahaan. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, sekitar 230 hektare lahan perkebunan sawit yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Andika Permawat Sawit Lestari dan tanaman akasia yang berstatus HTI PT Bina Daya Bentala di Rokan Hulu Provinsi Riau terbakar.

Aktifis lingkungan hidup, Made Ali, Wakil Koordinator Jaringan Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengatakan bahwa langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang pemerintah daerah lakukan masih dinilai lemah. Ia juga menilai pemerintah Provinsi Riau belum berhasil meningkatkan upaya pencegahan.

“Padahal Presiden Joko Widodo telah meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan pencegahan,” katanya.

(bimbim)