sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » PP Properti Bangun Apartemen Anti-Narkoba

PP Properti Bangun Apartemen Anti-Narkoba



Jakarta – PT PP Properti Tbk akan memulai pembangunan dua tower apartemen anti narkoba yang diperuntukan bagi mahasiswa di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat pada kuartal I 2017. Nilai investasi untuk proyek apartemen premium “Evencio Margonda” ini senilai Rp600 miliar dan akan dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi.

PP Properti Bangun Apartemen Anti-Narkoba

Ari Kartika, General Manager Marketing PP Properti menyatakan, apartemen ini dibuat sebagai apartemen pencegahan narkoba. Karenanya, perusahaan akan mempersiapkan secara detil keamanan apartemen tersebut.

“Kalau bicara remaja tidak terlepas dari gaya bermain dan lingkungan. Bisa ada pergaulan yang ada narkobanya, sehingga yang kami sudah persiapkan keamanannya terpadu dari petugasnya akan dilatih untuk mengetahui ciri-ciri pemakai narkoba,” papar Ari Kartika, Kamis (18/8/2016).

Mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Universitas Indonesia, kata Ari, maka proyek ini sengaja menyasar investor atau orang tua yang memiliki anak yang berkuliah di kampus tersebut. Perusahaan menargetkan pembangunan proyek ini selesai tahun 2018.

Selain di Depok, lanjut Ari, anak usaha BUMN properti itu juga akan membangun apartemen serupa di sejumlah kota besar, seperti di Semarang, Bandung, Surabaya, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Namun, rencana tersebut masih dalam tahap konsep, sehingga perusahaan belum dapat menjabarkan lebih lanjut mengenai dana investasi yang akan digelontorkan untuk pembangunan tersebut.

Hingga saat ini, jelas Ari, total cadangan lahan (land bank) yang dimiliki perusahaan seluas 61 hektar yang berada di Jabodetabek, Surabaya, dan Semarang. Pihaknya memiliki rencana untuk belanja lahan tahun ini yang akan dikembangkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sayangnya, perusahaan enggan menjelaskan lebih lengkap terkait pengembangan yang akan dilakukan.
(Legolas – sisidunia.com)