sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » GTS Diskualifikasi Persinga Terkait Kasus Pengeroyokan Wasit

GTS Diskualifikasi Persinga Terkait Kasus Pengeroyokan Wasit



Jakarta – Kemenpora mengapresiasi keputusan operator dan regulator ajang Indonesian Soccer Championship (ISC), PT Gelora Trisula Semesta (GTS), yang mendiskualifikasi Persinga Ngawi dari ajang ISC B.

GTS Diskualifikasi Persinga Terkait Kasus Pengeroyokan Wasit

Persinga didiskualifikasi karena lima pemainnya dianggap menganiaya wasit dalam laga melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo (7/8/2016). Kala itu, Persinga kalah 0-3. Lima pemain tersebut adalah Slamet Hariyadi, Andre Eka Prasetya, M Fatkhur Rosi, M Zamnur, dan Moch Pujiantoro.

“Sudah seharusnya mereka (PT GTS bersikap seperti ini, mereka harus tegas. Yang penting hukum tekah diterapkan,” kata Gatot saat dihubungi wartawan, Selasa (16/8/2016) malam.

“Jelas kami menghargai bahwa PT GTS sudah ambil sikap. Toh apa yang mereka lakukan tidak lepas dari surat peringatan Kemenpora beberapa waktu lalu yang intinya meminta PT GTS dapat menyikapi kejadian apapun pascakejadian di Sleman,” katanya menambahkan.

Jauh sebelum persitiwa diskualifikasi ini, suporter PSS, Stanislaus Gandhang Deswara (16), diduga meninggal akibat bentrokan dengan suporter lainnya di Jalan Magelang KM 14, Triharjo, Sleman, Minggu (22/5/2016) dini hari WIB. Kejadian itu, diakui Gatot, membuat Kemenpora semakin was-was dan tak ingin kejadian serupa terulang lagi di masa mendatang.

“Poinnya adalah PT GTS tidak hanya berikan laporan, tapi juga perbaikan karena kompetisi ini masih panjang dan akan berdampak pada kepercayaan publik,” ucap Gatot.

Lebih lanjut, Gatot pun mengingatkan bahwa sejatinya ISC bisa berlangsung karena ada rekomendasi dari Kemenpora. Ia menilai masih banyak hal yang mesti diperbaiki PT GTS seperti pengamanan, fairness, dan perilaku pemain maupun wasit.

“Kalau wasit salah, jangan langsung dikeroyok. Wasit juga harus tahu diri. Kalau melakukan hal-hal yang mencederai fairplay, tentu akan jadi sorotan. Dan kalau ada wasit yang memiliki catatan negatif, jangan ditugaskan. Sebetulnya simpel saja, ikuti aturan yang PT GTS buat,” ujar Gatot.
(legolas – sisidunia.com)