Home » News » DPR Menilai Pemerintah Tak Konsisten Terkait Izin Ekspor Freeport

DPR Menilai Pemerintah Tak Konsisten Terkait Izin Ekspor Freeport



Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan kini kembali memberi izin untuk mengekspor mineral mentah (konsen­trat). Hal tersebut membuat Anggota Komisi VII DPR, Dito Ganinduto menyayangkan hal itu. Menurutnya, pemerintah terlalu memanjakan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

DPR Menilai Pemerintah Tak Konsisten Terkait Izin Ekspor Freeport

“Aduh pusing saya ka­lau ditanya soal itu. Kalau mengacu pada Undang-Undang Minerba, mereka itu seharusnya udah sejak lama nggak boleh ekspor (konsentrat). Tapi agar bisa ekspor pemerintah bikin Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2014 dengan alasan ada sejumlah syaratnya,” kata Dito kepada awak media di akhir pekan.

Dito juga mengatakan, ketiak pemerinyah ingin memberikan izin, harusnya pemerintah mengevaluasi terlebih dahulu keseriusannya membangun smelter. Kalau pemerintah jujur, izin ekspor Freeport tidak pantas diper­panjang. Freeport belum memberikan uang jaminan sebesar 530 juta dolar AS sebagai tanda keseriusan membangun smelter.

Bukan hanya itu saja, pembangunan smelter tidak mengalami progres seperti yang dijanjikan. Melihat hal tersebut, Dito mengaku dirinya se­makin mantap untuk mem­perkuat program hilirisasi dalam revisi Undang-Undang Minerba kedepannya.

“Kami nggak akan berikan ruang kepada pemerintah untuk bisa memberikan izin ekspor konsentrat,” cetusnya.

(bimbim)