sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Kemenprin Akan Ekspansi Kawasan Industri Baru Guna Genjot Laju Perekonomian

Kemenprin Akan Ekspansi Kawasan Industri Baru Guna Genjot Laju Perekonomian



Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyeleksi beberapa sektor industri besar yang akan diarahkan untuk melakukan ekspansi ke beberapa kawasan industri baru guna menggenjot laju pertumbuhan ekonomi.

Kemenprin Akan Ekspansi Kawasan Industri Baru Guna Genjot Laju Perekonomian

“Kami akan rinci lagi sektornya, tapi menurut kami industri makanan dan minuman, agrobisnis, dan otomotif memungkinkan. Demikian juga tekstil dan produk tekstil,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Kemenperin mencatat pertumbuhan industri mencapai 3,63 persen secara kuartalan dan tumbuh sekitar 4,74 persen secara tahunan sampai akhir semester I 2016 lalu. Sebagai rincian, industri yang berkontribusi paling besar adalah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang mengalami pertumbuhan sebesar 59,64 persen. Lalu, industri makanan dan minuman yang tumbuh sebesar 41,61 persen.

Airlangga memastikan, rencananya mendongkrak sektor industri lain, tentu tidak bisa memberikan hasil dalam waktu yang singkat. Pasalnya, pengembangan industri perlu diproyeksi dengan perencanaan yang cukup panjang.

“Industri itu tidak bisa jangka pendek. Setidaknya (hasilnya) terasa dalam jangka menengah,” tambah politisi Partai Golkar.

Di sisi lain, meski berencana menggenjot sejumlah sektor industri, Airlangga mengaku, pemangkasan anggaran yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tidak akan mengganggu kinerja Kemenperin. Pasalnya, pemangkasan anggaran yang dilakukan Kemenperin hanya sebesar 10 persen atau sebanyak Rp2,89 triliun.

“Kalau 10 persen tidak mengganggu prioritas utama. Kalau anggaran ini berkaitan dengan anggaran kementerian. Jadi, tidak berkaitan langsung dengan pertumbuhan sektor lain, termasuk kinerja industri. Tapi ini harus kita diskusikan dulu ke Kemenkeu,” tandasnya.
(Legolas – sisidunia.com)