sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » PKB Belum Putuskan Arah Koalisi

PKB Belum Putuskan Arah Koalisi



Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa masih belum menentukan arah koalisi di Pilkada 2017 yang salah satunya diadakan di DKI Jakarta. Bahkan hasil rapat pleno PKB pun tak memberikan kejelasan arah koalisi. Wakil Sekretaris Jenderal PKB Lukman Edy menjelaskan koalisi kekeluargaan yang dibentuk oleh tujuh partai, termasuk PKB, pun dianggap belum merepresentasikan arah politik partai lantaran masih berbentuk embrio.

PKB Belum Putuskan Arah Koalisi

“Kami belum memutuskan, tadi malam ada pleno arahan dari ketua umum pun belum memutuskan,” kata Lukman saat ditemui di gedung DPR RI, Selasa (9/8/2016).

Lukman menjelaskan dalam rapat pleno tersebut PKB memutuskan masih akan melihat perkembangan satu hingga dua minggu ke depan untuk melihat siapa yang cocok untuk mendapatkan dukungan partai pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut. Dia hanya bisa menegaskan bahwa semua kemungkinan masih terbuka bagi PKB. Menurutnya Dewan Pimpinan Pusat PKB tak hanya mendengarkan pendapat wilayah tapi juga seluruh Indonesia.

“Jadi semua kemungkinan masih terbuka, (koalisi kekeluargaan) ini juga belum sampai membahas teknis siapa yang akan dicalonkan,” katanya.

Tujuh partai politik yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKB, dan PKS sepakat berkoalisi di bawah nama ‘Koalisi Kekeluargaan’ untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Meski demikian, koalisi gemuk tersebut belum menentukan siapa calon yang hendak mereka usung. Pertemuan hari ini disebut baru membahas kriteria pemimpin Jakarta.

“Kami tidak bicara orang per orang, tapi kriteria seperti apa pemimpin Jakarta yang akan diperjuangkan,” kata Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jakarta Bambang Dwi Hartono dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)