sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polling : 90 Persen Lebih Warga Surabaya Tak Ingin Risma Pergi

Polling : 90 Persen Lebih Warga Surabaya Tak Ingin Risma Pergi



Surabaya – Terkait wacana pencalonan Walikota Surabaya yakni Tri Rismaharini pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, mendapat komentar antusias yang sangat tinggi dari masyarakat, khususnya masyarakat Surabaya sendiri. Telah diadakan sebuah polling yang telah memberikan hasil bahwa mayoritas warga Surabaya menolak Risma untuk maju ke Jakarta.

Polling : 90 Persen Lebih Warga Surabaya Tak Ingin Risma Pergi

Seperti diktuip dari Jawapos.com, peserta polling tersebut sudah terhitung sekitar 534 suara. Dari total jumlah yang masuk tersebut, sekitar 494 orang yang telah menolak Risma untuk bersaing di Jakarta. Jika hasil tersebut dirata-rata, mencapai 92 persen yang menolak, dan hanya sekitar 8 persen saja yang mendukung Risma ke Jakarta.

Sejak beredar kabar bahwa Risma akan mencalonkan diri ke Pilkada DKI Jakarta, telah beredar ratusan tanggapan dari para warga Surabaya khususnya. Ratusan tanggapan tersebut tak hanya datang dari perorangan saja, namun ada yang datang dari perwakilan sebuah komunitas di Surabaya. Menurut salah satu tanggapan dari Budiharto Tasmo, mengatakan bahwa awalnya Risma berjanji untuk menjadi walikota Surabaya selama lima tahun.

“Nang kene ae (di sini saja, Red), janjinya bukan hanya pada satu dua orang lho. Tapi jutaan pemilih. Silakan kalau mau ke Jakarta, tapi nanti utangnya dilunasi di akhirat,” tutur Budiharto.

Namun walaupun sebagian besar menolak, tapi masih ada beberapa yang mendukung Risma untuk maju ke Jakarta. Contohnya seperti dukungan yang datang dari Ketua Aliansi Pemuda Surabaya-Jakarta, Imam Budi Utomo. Ia menjelaskan bahwa Jakarta merupakan jantung dari Indonesia. Kondisinya kini sedang sakit dan membutuhkan pertolongan dari pemimpin yang mampu mengatasi persoalan yang dialami Jakarta.

“Warga Surabaya juga mental pejuang, mosok ditinggal wali kota sudah menangis. Kalau masyarakat Surabaya ketakutan ditinggal, itu artinya mengecilkan Bu Risma. Jokowi dulu pro-kontra. Setelah jadi presiden, orang Solo malah bangga,” paparnya.

(bimbim)