sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Hasil Sementara Tax Amnesty Masih Jauh Dari Target

Hasil Sementara Tax Amnesty Masih Jauh Dari Target



Jakarta – Presiden Joko Widodo memperkirakan dana hasil kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) akan banyak mengalir masuk ke Tanah Air pada akhir Agustus atau awal September nanti. Alasannya, para wajib pajak membutuhkan waktu persiapan untuk mengikuti program pemerintah yang baru efektif berjalan pertengahan Juli lalu itu. Presiden pun mengimbau masyarakat untuk mengikuti program itu karena negara tengah membutuhkannya untuk menghadapi tekanan global.

Hasil Sementara Tax Amnesty Masih Jauh Dari Target

Namun, Hasil sementara yang terjadi adalah jumlah tax amnesty sekarang masih jauh dari target yang sudah ada. Ditjen Pajak baru bisa mengumpulkan Rp 183,45 miliar dari peserta pengampunan pajak. Jika dikomparasikan dengan target pemerintah, raihan itu tentu sangat kecil. Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan mendapat penerimaan sebesar Rp 165 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, langkah itu diambil karena periode amnesti pajak hanya sembilan bulan. Selain itu, periode pertama amnesti pajak dengan tarif tebusan pajak paling rendah tinggal tersisa dua bulan karena berakhir 30 September 2016. ’’Dengan penambahan waktu layanan, masyarakat dapat lebih leluasa dan segera memanfaatkan amnesti pajak,” paparnya.

Yoga optimistis dengan keberhasilan amnesti pajak. Berdasar data yang dia terima, tercatat 1.294 wajib pajak melaporkan harta bersihnya pada pekan pertama Agustus. Jumlah harta yang dideklarasikan mencapai Rp 8,89 triliun.

Rohan memperkirakan, repatriasi dana baru mulai ramai pada September atau mendekati batas akhir periode pertama pada 31 September. Periode pertama diprediksi menjadi target para wajib pajak yang mengikuti amnesti pajak karena tarif tebusan hanya dua persen dari nilai harta bersih.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)