sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Telusuri Oknum PNS di DKI Yang Diduga Gagahi Siswi SMK

Polisi Telusuri Oknum PNS di DKI Yang Diduga Gagahi Siswi SMK



Jakarta – Lagi dan lagi, perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan oleh oknum PNS. Di Jakarta, oknum PNS melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadapa salah satu siswi magang. Seharusnya sebagai pejabat publik haltersebut merupakan hal yang sangat tidak pantas dilakukan dan tidak pantas dicontoh oleh orang lain.

Polisi Telusuri Oknum PNS di DKI Yang Diduga Gagahi Siswi SMK

Terkait hal tersebut, delapan orang saksi diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.

“Ada delapan orang yang sudah kita periksa,” kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno, Sabtu (6/8/2016).

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tersebut guna menguak titik terang adanya kasus pencabulan di salah satu ruangan di kantor Walikota Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

“Intinya kita terus melakukan penyelidikan apabila ada perkembangan kita informasikan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, M siswi SMK salah satu sekolah swasta di wilayah Jakarta mendapati tubuhnya dalam keadaan telanjang di salah satu ruangan Sudin Pariwisata, Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Kejadian tersebut bermula dari M tiba-tiba dibekap dari belakang oleh seorang pria yang disinyalir sebagai PNS Pariwisata disaat situasi kantor sedang sepi. Sebelum pingsan, korban sempat melihat ada tiga orang yang berdiri di dekatnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun, dalam kasus ini ada dugaan kuat mengerucut 3 oknum PNS di Sudin Pariwisata Jakpus. Yakni, berinisial H, Y, dan A. Kendati demikian, hingga saat ini ketiga anak buah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini masih mengikuti proses pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)