sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Nama SBY Kembali Muncul Terkait Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

Nama SBY Kembali Muncul Terkait Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir



Jakarta – Nama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali disebut dalam sidang sengketa informasi terkait dengan belum dibukanya hasil investigasi pembunuhan aktivis Munir hingga kini. Komisi Informasi Pusat (KIP) pada Selasa (2/8/2016) menggelar sidang pemeriksaan terhadap saksi yakni mantan anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus tewasnya Munir.

Nama SBY Kembali Muncul Terkait Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir

Saksi yang dihadirkan adalah Hendardi, mantan anggota TPF dan Usman Hamid, mantan sekretaris TPF. Sidang pemeriksaan saksi dipimpin oleh Wakil Ketua KIP Evi Trisulo Diana Sari. Pihak pemohon yakni Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras Yati Andriani mempertanyakan hasil laporan TPF atas kasus meninggalnya Munir. Hal itu mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 111 Tahun 2004 tentang Pembentukan TPF, di mana pemerintah wajib memberitahukan hasil temuannya.

Hendardi mengatakan TPF sudah memberikan laporan hasil investigasi kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Presiden periode 2004—2009. Namun sejak laporan tersebut diserahkan, SBY belum pernah secara terbuka mengungkapkan hasil invetigasi TPF.

“Saya memberikan kesaksian bahwa laporan TPF itu diberikan kepada Presiden melalui ketua TPF Brigjen Marsudi Hanafi,” ujarnya, di Gedung PPI, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Menurutnya, Presiden seharusnya memberitahukan hasil investigasi yang telah dilakukan oleh TPF. Dia menuturkan TPF saat itu meminta maaf karena tak bisa mengungkapkan seluruh hasil investigasi. Diketahui, Munir dibunuh saat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda, pada September 2004, melalui racun arsenik.

Saksi kedua, Usman Hamid menyatakan TPF sudah melakukan pertemuan lima kali dengan Presiden SBY. Pada pertemuan pertama yakni pada 3 Maret 2005, dihadiri oleh Ketua Komnas Perempuan Kumala Chandra, Retno Marsudi yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Ketua dan Wakil Ketua TPF.

Namun untuk pertemuan dengan SBY selanjutnya dari 11 Mei 2005, 18 Mei 2005, 19 Juni 2005 dan 24 Juni 2005 hanya dihadiri TPF.

“Semua laporan kami berikan pada SBY, namun kewenangan untuk mempublikasikan tetap berdasarkan dari SBY,” kata Usman.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)