Home » Ekonomi & Bisnis » Petani Merugi Atas Naiknya Tarif Cukai Rokok

Petani Merugi Atas Naiknya Tarif Cukai Rokok



Jakarta – PT HM Sampoerna Tbk menilai rencana pemerintah mempercepat kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) di akhir tahun 2016 akan berdampak pada kenaikan harga rokok.

Petani Merugi Atas Naiknya Tarif Cukai Rokok

“Sebenarnya kami belum menghitung tapi kalau ada kenaikan cukai, mau tidak mau dibebankan ke konsumen sehingga kita perlu naikkan harga jual rokok,” ungkap Head of Regulatory Affairs, International Trade, and Communication Sampoerna, di Jember, Minggu (31/7/2016).

“Dampak cukai ini membuat kita harus menaikkan harga, namun kenaikan tidak bisa secara langsung. Sejak tahun ini saja, kita sudah menaikkan harga rokok sebanyak tujuh kali sebesar 10 persen,” ujar Elvira.

Oleh sebab itu, Sampoerna mengharapkan agar pemerintah dapat mengkaji kembali kenaikan tarif CHT tersebut. Meski demikian, saat ini Sampoerna masih mengantongi raihan pangsa pasar atau market share sebesar 34,1 persen secara nasional.

Tak hanya berpengaruh pada penjualan perusahaan rokok, Dewan Pembina Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Abdus Setiawan menilai, lebih jauh, kenaikan tarif CHT juga semakin menekan kesejahteraan petani tembakau.

“Kalau bahan baku dari petani tidak diserap lalu, mau dijual kemana hasil produksi petani. Padahal untuk daerah kering, seperti Madura, paling cocok ditanam tembakau. Kalau tidak diserap, mereka sulit menanam yang lain,” jelas Abdus saat dihubungi wartawan, Minggu (31/7/2016).