sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengamat Menilai Elektabilitas Ahok Masih Jauh Ungguli Risma

Pengamat Menilai Elektabilitas Ahok Masih Jauh Ungguli Risma



Jakarta – Menurut Pantauan dari Pusat Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI), pihaknya menilai bahwa Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disebut Ahok tersebut memiliki elektabilitas yang lebih unggul daripada Walikota Surabaya yakni Tri Rismaharini. Hal tersebut dibuktika dari hasil survei LPP UI. Survei tersebut telah dilakukan oleh 215 pakar dari berbagai bidang.

Pengamat Menilai Elektabilitas Ahok Masih Jauh Ungguli Risma

Dalam survei tersebut, ada dua aspek yang dinilai oleh para pakar yang terlibat. Aspek yang pertama yakni kapabilitas dan aspek yang kedua yaitu karakter personal yang dibagi menjadi dua yakni temperamen dan moral. Hal tersebut diungkapkan oleh Hamdi Muluk selaku Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI.

“Dari keseluruhan aspek, hasil survei ini menunjukkan bahwa Ahok, Emil (Wali Kota Bandung Ridwan Kamil), dan Risma secara konsisten berada di peringkat tiga terbaik dari semua calon yang dinilai,” kata Hamdi dalam acara Rilis Survei Opinion Leader ‘Menakar Kandidat DKI 1’ di Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

Menurut perkataan Hamdi, masing-masing dari tokoh tersebut memiliki keunggulan di beberapa bidang tertentu. Ahok unggul dari segi kapabilitas, sedangkan Risma unggul dari segi penilaian moral. Hasilnya, Ahok pun terpilih sebagai top of mind dengan elektabilitas mencapai 47,29 persen jauh mengungguli Risma yang hanya 11,33 persen menurut para pakar tersebut.

Survei yang dilakukan pada 9 Juni hingga 28 Juli 2016 tersebut, terdiri dari dua tahapan yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Opinion Leader. @15 pakar yang dilibatkan tersebut, mayoritas memiliki gelar profesor dan doktor. Sembilan nama tokoh yang menjadi target survei tersebut yakni Basuki Tjahja Pumama, Djarot Saiful Hidayat, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Suyoto, Sjafrie Sjamsuddin, Tri Rismaharini, Yoyok Riyo Sudibyo, dan Yusril Ihza Mahendra.

“Para tokoh ini dipilih berdasarkan kriteria rekam jejak dan prestasi, serta beberapa tokoh dipilih karena telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta,” kata Hamdi.

(bimbim)