Home » News » Muhammadiyah Mengutuk Keras Perusakan Rumah Ibadah di Tanjung Balai

Muhammadiyah Mengutuk Keras Perusakan Rumah Ibadah di Tanjung Balai



Medan – Sekitar 10 wihara dan klenteng dan satu yayasan sosial dirusak dan dibakar dalam kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (30/7) dini hari. Selain itu ada delapan unit kendaraan roda empat yang dibakar. Tak ada korban jiwa akibat kerusuhan ini, namun nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Muhammadiyah Mengutuk Keras Perusakan Rumah Ibadah di Tanjung Balai

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyesalkan terjadinya kerusuhan yang bernuansa SARA di di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Apalagi tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, kerusuhan tersebut berujung terhadap pembakaran sejumlah Vihara.

“Apapun alasannya pembakaran Rumah Ibadah adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir dan merusak tatanan keberagaman Indonesia khususnya, Sumatera Utara,” ujar Dahnil ketika dihubungi wartawan, Sabtu (30/7/2016).

ia juga mengingatkan sikap saling menghormati antar sesama pemeluk agama dan etnis harus terus dirawat.

“Dan sikap arogansi etnisitas tidak punya tempat di Indonesia termasuk Sumatera Utara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting meminta seluruh masyarakat diTanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara tetap tenang dan menjaga kondusivitas pascakericuhan, Jumat (29/7/2016) malam.

Rina meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi.

“Jika ada informasi-informasi mengenai kerusuhan ini, janganlah sampai kembali melakukan perusakan. Kita semua harus sama-sama menjaga kondusifitas di Sumatera Utara,” ungkap Rina, Sabtu (30/7/2016) siang.
(Muslich Basyirun – sisidunia.com)